- Kementerian PU meluncurkan portal data real time SIGI untuk transparansi penanganan bencana di Sumatera.
- Masyarakat dapat memantau progres harian meliputi personel, alat berat, dan tahapan perbaikan secara daring.
- Dashboard tersebut mengintegrasikan data bencana Aceh, Sumatera Barat, dan Utara hingga fase rekonstruksi.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus transparansi pelayanan publik, terutama dalam penanganan bencana.
Salah satu inovasi yang dihadirkan ialah portal data real time penanganan bencana di Sumatera yang dapat diakses masyarakat melalui dashboard Sistem Informasi Geospasial Infrastruktur (SIGI).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Menurut Dody, masyarakat dan media bisa memantau langsung perkembangan kerja pemerintah di lapangan setiap harinya.
“Untuk progres penanganan bencana PU, mulai dari jumlah personel, alat berat, hingga tahapan perbaikan yang sedang dan telah dilakukan, semuanya kami sampaikan secara online. Jadi Bapak dan Ibu, teman-teman media bisa melihat secara langsung, di-update setiap hari, apa saja yang dilakukan oleh Kementerian PU,” ujar Dody kepada wartawan, Senin (19/1/2025).
Dashboard pemantauan tersebut dirancang sebagai pusat integrasi data penanganan bencana di wilayah Sumatera yang dilakukan oleh Kementerian PU. Melalui portal ini, masyarakat dapat mengikuti progres penanganan secara langsung, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Data yang disajikan dalam dashboard mencakup informasi penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dengan begitu, perkembangan penanganan di sejumlah titik terdampak dapat dipantau secara terbuka dan terukur.
Kementerian PU menjelaskan, dashboard digunakan untuk menampilkan hasil integrasi berbagai data penanganan bencana yang dilaksanakan oleh unit organisasi di lingkungan Kementerian PU. Sistem tersebut menggabungkan informasi dari berbagai lini penanganan agar lebih rapi dan mudah diakses publik.
Informasi yang ditampilkan meliputi data lokasi bencana, jenis serta dampak kejadian, hingga progres penanganan yang sedang berjalan. Selain itu, tersedia pula monitoring dan evaluasi peralatan, sarana dan prasarana, termasuk personel satuan tugas bencana yang dikerahkan.
Salah satu keunggulan dashboard SIGI adalah keterintegrasiannya dengan SITABA. Platform kebencanaan berbasis data geospasial itu membuat informasi yang disajikan bersifat lebih komprehensif serta selaras dengan sistem penanggulangan bencana secara nasional.
Akses dashboard SIGI Kementerian PU dapat dilakukan melalui sigi.pu.go.id/bencanasumatera.
Baca Juga: Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
Melalui portal tersebut, masyarakat bisa melihat detail informasi penanganan bencana yang dilengkapi dokumentasi foto, titik lokasi, penyebab dan dampak bencana, serta tindak lanjut yang dilakukan di lapangan.
Selain memudahkan pemantauan, dashboard ini juga membantu publik memahami langkah penanganan yang dilakukan secara lebih transparan. Kementerian PU menilai pendekatan berbasis data menjadi bagian penting untuk memastikan respons bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.
Dengan kehadiran dashboard SIGI, Kementerian PU berharap penanganan bencana di Sumatera dapat dipantau secara terbuka, akuntabel, dan berbasis data. Inovasi ini juga diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap kerja pemerintah dalam menghadapi bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Berita Terkait
-
Sinergi Brantas Abipraya dan Kementerian PU Perkuat Pemulihan Sumbar Pascabencana
-
Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan
-
Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
-
Presiden Restui Pembangunan Tol Lembah Anai, Kementerian PU Siapkan Studi Kelayakan!
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal
-
Sinkronisasi dengan BI Rate, LPS Tunda Pengumuman Tingkat Bunga Penjaminan
-
Pelaku UMKM Bisa Gunakan Fitur Ini di GoPay untuk Kelola Keuangan
-
Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Impor BBM 2026 untuk SPBU Swasta Dibuka, Kuota Siapa Paling Besar?
-
Bocoran dari Bos BEI, Ada Perusahaan Konglo Mau IPO Tahun 2026
-
Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing
-
YLKI Nilai Skema Tadpole di Pindar Picu Risiko Gagal Bayar Meningkat