- OJK akan menelusuri empat surat dari MSCI yang dipertanyakan keberadaannya oleh Utusan Khusus Presiden.
- Pernyataan Hashim Djojohadikusumo memicu OJK untuk segera melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai surat tersebut.
- Surat MSCI tersebut dikabarkan berisi pertanyaan tentang transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Pasalnya, Indonesia mendapatkan empat surat dari MSCI yang disebut diabaikan oleh otoritas.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan, dirinya baru mengetahui informasi mengenai empat surat tersebut.
Kendati begitu, dia menyatakan, OJK akan menelusuri lebih lanjut maksud dan keberadaan surat yang dimaksud.
"Belum nih, saya sendiri baru mendengar tadi ya, tapi nanti kami coba telusuri yang beliau maksudkan,” kata Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Kata dia, OJK akan menelusuri lebih lanjut mengenai maksud dari pernyataan tersebut. Dan memastikan bahwa komunikasi antara OJK dan MSCI saat ini berjalan intensif.
Apalagi, berbagai pertemuan dan tindak lanjut teknis telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir guna memperkuat koordinasi dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
“Tapi intinya teman-teman tahu sejak satu-dua minggu ini kita sangat intens melakukan tindak lanjut komunikasi dan bahkan menyepakati pola kerja dengan MSCI yang sudah terbukti,” tandasnya.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kemarahan Presiden bukan tanpa alasan.
Surat dari MSCI tersebut telah memicu kepanikan pasar hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh trading halt.
Baca Juga: BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
Bahkan, MSCI telah melayangkan empat surat resmi kepada pemerintah. Isinya sangat menohok: mempertanyakan transparansi dan kredibilitas pasar modal tanah air.
"Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia," tuturnya.
Berita Terkait
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI
-
Masih Ada Potensi Longsor, Kementerian PU Percepat Penanganan Reruntuhan Tebing di Aceh Tengah
-
Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis
-
Tangani Bencana Sumatra, DPR ke Bos Pertamina: Di-WA Tengah Malam Langsung Balas!
-
Siapa Pemilik Saham PT Puradelta Lestari Tbk? Ini Profilnya
-
Dorong Kualitas Pelaut RI, MITG Siapkan Teknologi Simulator Canggih Industri Maritim
-
Cara MMSGI Genjot Kualitas SDM lewat Pendidikan
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi