Bisnis / Keuangan
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:20 WIB
Ilustrasi. Menghadapi tantangan global seperti program IMO Green Voyage 2050 dan teknologi kapal otonom (Maritime Autonomous Surface Ship/MASS), MITG berupaya menyediakan solusi teknologi yang tidak membebani lembaga diklat secara finansial namun tetap berkualitas tinggi. Foto ist.
Baca 10 detik
  • CEO Aloys Sutarto tegaskan dukungan SDM maritim lewat teknologi simulator canggih.
  • MITG beri penghargaan ke Polimarim AMI Makassar atas kolaborasi jangka panjang.
  • Polimarim gunakan simulator Mixed Reality untuk penuhi standar IMO dan STCW.

Suara.com - CEO MultiIntegra Technology Group (MITG), Aloys Sutarto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor maritim Indonesia.

Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan teknologi simulasi mutakhir guna mencetak pelaut yang kompeten secara internasional.

Hal tersebut disampaikan Aloys saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menyerahkan penghargaan kepada jajaran direksi Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar, Jumat (6/2/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kemitraan strategis yang telah terjalin selama 15 tahun.

"Kunjungan kami kali ini selain untuk silaturahmi, juga untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin sejak 15 tahun lalu," ujar Aloys dalam sambutannya di Makassar.

Menghadapi tantangan global seperti program IMO Green Voyage 2050 dan teknologi kapal otonom (Maritime Autonomous Surface Ship/MASS), MITG berupaya menyediakan solusi teknologi yang tidak membebani lembaga diklat secara finansial namun tetap berkualitas tinggi.

Aloys menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai varian simulator mulai dari Part Task, Full Mission Simulator, hingga Smart Simulation berbasis Cloud. Bahkan, kini tersedia teknologi Mixed Reality yang memadukan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

"Kami menyediakan teknologi untuk Nautika, Teknika, Electro Technical Officer (ETO), hingga Radio Elektronika (REOR) guna memastikan taruna siap menghadapi standar industri terbaru," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Polimarim AMI Makassar, Dr. Ir. H. Amrin, mengungkapkan bahwa penggunaan simulator berkualitas tinggi adalah kunci dalam memenuhi standar internasional STCW Code. Simulator tersebut digunakan secara konsisten sebagai media asesmen dan ujian komprehensif sertifikasi keahlian pelaut.

"Polimarim AMI Makassar menerapkan standar STCW Code secara konsisten dengan melengkapi simulator yang sanggup menyimulasikan semua skenario latihan secara sempurna," kata Amrin.

Baca Juga: Danantara Godok Konsolidasi BUMN Perkapalan, PT PAL Diproyeksi Jadi Induk

Sebagai informasi, Polimarim AMI Makassar saat ini menjadi salah satu pilar utama pendidikan maritim di Indonesia Timur. Berdasarkan data Januari 2026, jumlah mahasiswa aktif mencapai 1.920 orang dengan total lulusan telah menembus angka 13.785 orang pada 2025.

Selain akreditasi "Baik Sekali" dari BAN-PT, kampus ini juga berhasil mempertahankan Approval Program Diklat Kepelautan dari Dirjen Perhubungan Laut selama lebih dari 10 tahun berturut-turut. Dengan dukungan teknologi dari MITG, sinergi ini diharapkan terus memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui SDM yang unggul dan melek teknologi.

Load More