Bisnis / Inspiratif
Rabu, 11 Februari 2026 | 20:49 WIB
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, pada Rabu (11/2/2026) mengatakan pihaknya menyiapkan dana jumbo untuk Bonus Hari Raya atau BHR kepada mitra pengemudi menjelang Lebaran 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, umumkan alokasi dana besar untuk Bonus Hari Raya mitra pengemudi Lebaran 2026.
  • Bonus Hari Raya diberikan kepada mitra berkinerja baik, dengan anggaran dipastikan melebihi Rp100 miliar dari tahun sebelumnya.
  • Grab juga siapkan program BPJS Ketenagakerjaan dan Grab Academy untuk peningkatan kesejahteraan dan keterampilan mitra.

Suara.com - CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pihaknya akan menyiapkan dana jumbo untuk disalurkan sebagai Bonus Hari Raya atau BHR kepada mitra pengemudi menjelang Lebaran 2026.

Neneng, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026) menerangkan sebelumnya pihaknya mempersiapkan dana Rp100 miliar untuk BHR 2026. Tapi angka itu tampaknya akan bertambah lebih besar lagi.

"Tanpa diminta pemerintah, kami akan memberikan BHR 2026. Sebelumnya kami menyiapkan Rp100 miliar, tapi tampaknya akan lebih besar," kata Neneng, sembari menambahkan bahwa anggaran untuk BHR tahun ini naik hingga double digit dari tahun lalu.

Bonus tersebut diberikan kepada para mitra yang dinilai memiliki kinerja bagus, sehingga memenuhi prinsip keadilan. Besarannya pun, kata Neneng, akan berbeda-beda untuk setiap mitra pengemudi Grab sesuai dengan kinerja mereka.

Adapun BHR 2026 ini merupakan satu dari tiga program penting Grab Indonesia pada 2026. Dua program lainnya adalah penyediaan BPJS Tenaga Kerja untuk para mitra grab.

Neneng menerangkan pada tahun ini Grab Indonesia akan menyediakan BPJS TK untuk ratusan ribu mitra mereka yang dinilai berprestasi. Adapun jenis layanan yang dibayarkan oleh Grab adalah Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

BPJS TK, lanjut Neneng, itu diberikan untuk menambah asuransi yang selama ini sudah diberikan kepada tidak saja mitra pengemudi tetapi juga penumpang dalam setiap perjalanan dengan Grab.

Terakhir adalah program Grab Academy, yakni program untuk membawa para mitra naik kelas. Neneng menjelaskan bahwa Grab mendorong para mitranya untuk mengembangkan keterampilan, agar siap naik kelas di era ekonomi digital.

Ia mencontohkan UKM binaan Grab asal Bandung Restu Mande yang sukses mengembangkan produk rendang sapi dan memasarkan produk tersebut hingga ke luar negeri.

Baca Juga: Merger Grab - GoTo Tersandung Saham Telkomsel, KPPU Belum Terima Notifikasi

Neneng menekankan program Grab Academy ini sesuai dengan salah satu peran perusahaan sebagai bantalan sosial di tengah perekonomian yang tidak menentu, karena studi ITB pada 2024 menunjukkan sekitar 50 persen mitra pengemudi sebelumnya korban PHK atau tidak memiliki penghasilan tetap.

"Sehingga harapannya mereka setelah itu bisa menemukan sumber pendapatan yang lebih pasti," terang Neneng.

Load More