- Utang pemerintah tembus Rp9.637,9 T (40,46% PDB) per akhir Desember 2025.
- Moody's ubah prospek RI jadi negatif; Menkeu Purbaya tetap optimistis ekonomi melaju.
- Pemerintah jamin komitmen dan kemampuan bayar utang meski ada sentimen negatif.
Suara.com - Posisi utang pemerintah Indonesia kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada penghujung tahun 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang per 31 Desember 2025 mencapai Rp9.637,90 triliun.
Angka tersebut setara dengan rasio 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dibandingkan dengan posisi per 30 September 2025 yang sebesar Rp9.408,64 triliun, terjadi lonjakan utang sebesar Rp229,26 triliun hanya dalam kurun waktu satu kuartal.
Dikutip dari laman resmi DJPPR, Jumat (13/2/2026), struktur utang pemerintah masih didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.387,23 triliun atau mencakup 87,02 persen. Sementara sisanya berasal dari pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun (12,98 persen).
Kenaikan utang ini bertepatan dengan sorotan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, yang menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak tenang dan optimistis.
"Ya biar saja seperti itu. Yang jelas kan, ekonomi kita sudah berbalik arah lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi saya pikir pertumbuhan akan lebih cepat," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Purbaya meyakini Moody’s akan memberikan penilaian yang lebih adil seiring berjalannya waktu. Ia tidak menampik bahwa program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi salah satu variabel yang memicu keraguan lembaga pemeringkat tersebut terhadap fiskal Indonesia.
Meski prospek investasi dibayangi sentimen negatif, Bendahara Negara menegaskan bahwa kemampuan membayar utang Indonesia tidak perlu diragukan. Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen sekaligus kemampuan finansial yang mumpuni.
"Lembaga pemeringkat sebetulnya menilai untuk melihat apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya enggak ada masalah. Ini saya pikir hanya jangka pendek saja ya," imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa fundamental ekonomi pada kuartal IV-2025 menunjukkan tren penguatan. Hal ini dianggap sebagai modal kuat untuk menepis kekhawatiran pasar maupun investor asing.
Baca Juga: HUT ke-58 Fraksi Golkar, Bahlil Kumpulkan Para Mantan Ketum di Senayan Termasuk Setnov
"Kalau orang yang penakut ya akan takut. Tapi selama mereka lihat fondasi ekonomi kita membaik, tidak ada alasan ketakutan kita enggak bisa bayar atau enggak mau bayar utang," tegas Purbaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Perkuat Stabilitas Rupiah, KBI Ditunjuk Jadi Lembaga Kliring Derivatif Pasar Uang dan Valas
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen
-
Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025
-
Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan
-
Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela
-
Luhut Ikut Buka Suara soal Tambang Emas Martabe: Tak Ada Tekanan dari Luar!
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden