- Presiden Prabowo Subianto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tudingan pemborosan anggaran pada 13 Februari 2026.
- Dana MBG diklaim berasal dari penghematan ketat serta efisiensi anggaran dari praktik boros birokrasi lama.
- Prabowo menyoroti kritik program MBG datang dari kalangan terdidik, namun ia menegaskan tetap melanjutkan program tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara menanggapi masih danya kritik yang menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemborosan anggaran.
Dengan nada tegas, Prabowo pasang badan dan mengungkap bahwa dana program unggulannya tersebut bukan hasil "bagi-bagi uang", melainkan buah dari penghematan besar-besaran.
Prabowo menegaskan bahwa anggaran MBG berhasil dikumpulkan berkat efisiensi ketat yang ia lakukan bersama timnya.
"Mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal saudara-saudara uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi, dari anggaran yang saya dan tim," kata Prabowo Prabowo dalam acara peresmian dan groundbreaking SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Lebih jauh, Prabowo meyakini bahwa jika anggaran tersebut tidak segera dialokasikan untuk kepentingan rakyat, uang negara justru berisiko tinggi menguap di tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," tegasnya.
Ia pun menyentil kebiasaan lama birokrasi yang gemar menghabiskan uang negara untuk kegiatan seremonial yang minim manfaat.
Prabowo menyoroti anggaran yang sering habis hanya untuk rapat di hotel mewah hingga kunjungan kerja yang tidak produktif.
"Budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa, negara, dan rakyat itu terus dilaksanakan. rapat-rapat di hotel-hotel di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat," kata Prabowo.
Baca Juga: Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
Ia menambahkan bahwa pola-pola lama tersebut merupakan bentuk pembohongan terhadap rakyat.
"Rakyat ditipu, rakyat dibohongi. Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini," sambungnya.
Sentil Profesor yang Menghina
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mencurahkan kegelisahannya mengenai banyaknya ejekan yang datang saat program MBG pertama kali digulirkan.
Ironisnya, hinaan tersebut justru banyak datang dari kalangan akademisi dan intelektual.
"Saya juga tidak mengerti, bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang," ungkap Prabowo.
Prabowo menilai serangan-serangan tersebut tidak lagi objektif, melainkan didasari oleh rasa sentimen pribadi dan kedengkian politik terhadap mandat yang diberikan rakyat kepadanya.
"Operasi ini, kampanye ini menjelek-jelekan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa," katanya.
Meski merasa sedih karena program yang ditujukan untuk membantu rakyat kecil justru dijadikan bahan olokan, Prabowo menegaskan tidak akan mundur. Baginya, pemenuhan gizi bagi masyarakat ekonomi lemah adalah harga mati.
"Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh, sungguh menyedihkan bagi saya tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita bener dan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!
-
Pakar UGM Bedah Miskonsepsi Ultra-Processed Food di Program MBG
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Prabowo Simpan Video-Video Penghina MBG: Mau Ditonton Setiap Malam!
-
Pakar UGM Bedah Miskonsepsi Ultra-Processed Food di Program MBG
-
Buruh Asal Sukabumi-Cianjur Terlantar di Sulawesi Tenggara Tanpa Bekal
-
Dasco Janji UU Ketenagakerjaan Baru Selesai Oktober: Kami Libatkan Buruh
-
Mensos Gus Ipul Tegaskan Penonaktifan PBI-JKN Bukan Perintah Presiden: Itu Bisa Menyesatkan
-
Pengakuan Bonatua Silalahi, Dibujuk dan Dirayu Saat Minta Ijazah Jokowi Dibuka ke Publik
-
Habiburokhman: Waspada Penumpang Gelap Reformasi Polri, Ada Agenda Dendam Politik
-
Dulu Rugi Mulu, Laba BUMN di Era Prabowo Meroket 4 Kali Lipat, Ini Sebabnya
-
Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Segera Dibuka, Simak Syarat Daftar dan Jadwalnya
-
Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T