News / Nasional
Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tudingan pemborosan anggaran pada 13 Februari 2026.
  • Dana MBG diklaim berasal dari penghematan ketat serta efisiensi anggaran dari praktik boros birokrasi lama.
  • Prabowo menyoroti kritik program MBG datang dari kalangan terdidik, namun ia menegaskan tetap melanjutkan program tersebut.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara menanggapi masih danya kritik yang menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemborosan anggaran.

Dengan nada tegas, Prabowo pasang badan dan mengungkap bahwa dana program unggulannya tersebut bukan hasil "bagi-bagi uang", melainkan buah dari penghematan besar-besaran.

Prabowo menegaskan bahwa anggaran MBG berhasil dikumpulkan berkat efisiensi ketat yang ia lakukan bersama timnya.

"Mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal saudara-saudara uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi, dari anggaran yang saya dan tim," kata Prabowo Prabowo dalam acara peresmian dan groundbreaking SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Lebih jauh, Prabowo meyakini bahwa jika anggaran tersebut tidak segera dialokasikan untuk kepentingan rakyat, uang negara justru berisiko tinggi menguap di tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," tegasnya.

Ia pun menyentil kebiasaan lama birokrasi yang gemar menghabiskan uang negara untuk kegiatan seremonial yang minim manfaat.

Prabowo menyoroti anggaran yang sering habis hanya untuk rapat di hotel mewah hingga kunjungan kerja yang tidak produktif.

"Budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa, negara, dan rakyat itu terus dilaksanakan. rapat-rapat di hotel-hotel di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat," kata Prabowo.

Baca Juga: Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat

Ia menambahkan bahwa pola-pola lama tersebut merupakan bentuk pembohongan terhadap rakyat.

"Rakyat ditipu, rakyat dibohongi. Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini," sambungnya.

Sentil Profesor yang Menghina

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mencurahkan kegelisahannya mengenai banyaknya ejekan yang datang saat program MBG pertama kali digulirkan.

Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ironisnya, hinaan tersebut justru banyak datang dari kalangan akademisi dan intelektual.

"Saya juga tidak mengerti, bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya, dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang," ungkap Prabowo.

Prabowo menilai serangan-serangan tersebut tidak lagi objektif, melainkan didasari oleh rasa sentimen pribadi dan kedengkian politik terhadap mandat yang diberikan rakyat kepadanya.

"Operasi ini, kampanye ini menjelek-jelekan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa," katanya.

Meski merasa sedih karena program yang ditujukan untuk membantu rakyat kecil justru dijadikan bahan olokan, Prabowo menegaskan tidak akan mundur. Baginya, pemenuhan gizi bagi masyarakat ekonomi lemah adalah harga mati.

"Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh, sungguh menyedihkan bagi saya tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita bener dan baik," pungkasnya.

Load More