- Bank Saqu mengadakan acara lari santai Sunrise Society Vol.4 di Jakarta pada 14 Februari 2026 untuk menggaet nasabah.
- Strategi aktif menggaet komunitas lari ini bertujuan membangun engagement dan mengakuisisi nasabah produktif dan solopreneur.
- Pendekatan gaya hidup aktif ini telah menjangkau 1.200 peserta dan mendukung pertumbuhan nasabah hingga lebih dari 3,2 juta.
Suara.com - Bank digital, Bank Saqu melakukan serangkaian strategi untuk menggaet nasabah secara organik. Salah satunya, menggaet berbagai komunitas lari untuk ajang lari santai.
Ajang lari yang dikemas Sunrise Society Vol.4: The Circle melalui konsep One Loop, Two Movements: Run & Ride ini digelar pada 14 Februari 2026 di area parkir Kuningan City, Jakarta, melibatkan lebih dari 200 peserta.
Di balik aktivitas lari dan bersepeda tersebut, tersimpan strategi bisnis Bank Saqu untuk membangun engagement sekaligus mengakuisisi nasabah secara organik, khususnya dari kalangan generasi produktif dan solopreneur.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2025, Bank Saqu Sunrise Society telah menjangkau sekitar 1.200 peserta dan menggandeng sekitar 56 komunitas aktif. Konsistensi membangun engagement berbasis komunitas ini selaras dengan strategi Bank Saqu yang menargetkan generasi produktif dan solopreneur sebagai motor pertumbuhan.
Sepanjang 2025, jumlah nasabah Bank Saqu tercatat lebih dari 3,2 juta, dengan sekitar 40 persen berasal dari segmen solopreneur dan generasi produktif. Angka tersebut menunjukkan pendekatan berbasis gaya hidup mulai menunjukkan dampak terhadap pertumbuhan bisnis.
Menurut Willy Apriando, Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu pendekatan Active Lifestyle bukan sekadar pillar, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
"Active Lifestyle merepresentasikan pola pikir yang sama dengan pengelolaan keuangan yang sehat, konsisten, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Melalui Bank Saqu Sunrise Society, kami membangun engagement berbasis nilai yang relevan dengan segmen nasabah produktif yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Saqu," ujarnya seperti dikutip, Minggu (15/2/2026).
Pendekatan berbasis komunitas dinilai memiliki relevansi kuat terhadap pertumbuhan nasabah. Interaksi yang terbangun dalam komunitas tidak hanya meningkatkan brand engagement, tetapi juga mendorong akuisisi dan aktivasi produk secara lebih natural dibanding pendekatan promosi konvensional.
Konsep One Loop, Two Movements yang mempertemukan lari dan bersepeda dalam satu lintasan pun menjadi simbol kolaborasi lintas komunitas.
Baca Juga: Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
Bank Saqu melihat bahwa keterlibatan berbasis gaya hidup menciptakan hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan nasabah.
Ke depan, Bank Saqu menyatakan akan terus mengembangkan Sunrise Society sebagai platform gaya hidup aktif yang mendorong masyarakat memulai hari dengan bergerak, membangun koneksi, dan menumbuhkan semangat produktif.
Strategi ini diharapkan tidak hanya memperkuat loyalitas nasabah, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia