- Menkeu Purbaya menyindir Bank Muamalat, bank syariah pertama, karena kondisinya yang hampir bangkrut.
- Purbaya mengetahui kondisi ini karena pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS periode 2020-2025.
- Pemerintah akan menghitung ulang cara menjalankan praktik ekonomi syariah di bank-bank syariah ke depan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir Bank Muamalat karena gagal menjadi nomor satu di Indonesia. Padahal mereka adalah bank syariah pertama yang ada di Tanah Air.
Menkeu Purbaya menilai kalau sebagai bank syariah pertama, Bank Muamalat memiliki keunggulan seperti pengelola maupun peminjam yang isinya adalah orang Islam.
Namun kenyataannya Bank Muamalat justru mahal hampir bangkrut. Hal ini diketahui Purbaya karena dirinya adalah Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025, sebelum akhirnya menjabat Menteri Keuangan.
"Kita punya bank pertama, bank syariah (pertama) apa? Bank Muamalat. Pengelolanya orang Islam, yang pinjam orang Islam, hampir bangkrut kan? Saya Kepala LPS, jadi saya tahu kondisi banknya itu. Ya enggak jelek tapi enggak bagus-bagus amat," kata Purbaya di acara Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).
Bendahara Negara menilai harusnya Bank Muamalat seharusnya bisa menjadi pemimpin di Indonesia dengan bekal fondasi basis pelanggan yang besar.
Maka dari itu, Pemerintah bakal menyusul ulang agar bisa menjalankan praktik-praktik ekonomi syariah di perbankan, khususnya bank syariah.
"Harusnya dengan fondasi, customer base yang besar, dia harusnya merajai di sini. Jadi kita mesti berhitung ulang tentang cara kita menjalankan praktik-praktik syariah di bank-bank syariah juga ya," jelasnya.
Mengutip situs resmi, Bank Muamalat Indonesia didirikan pada tahun 1991 sebagai bank pertama di Indonesia yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah.
Bank Muamalat lahir dari gagasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta para pengusaha Muslim dengan dukungan Pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
Meskipun didirikan tahun 1991, Bank Muamalat baru resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 yang disebut menandai era baru dalam perbankan sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
-
Kabar Gembira! Anggaran THR PNS 2026 Naik Jadi Rp55 Triliun, Cair Mulai Awal Ramadan
-
Bank Buka Lagi Kapan? Ini Jadwal Buka BRI, BCA, hingga Mandiri usai Libur Imlek 2026
-
Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama
-
BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG
-
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri