- PT KAI telah membuka pemesanan tiket mudik Lebaran sejak 15 Februari 2026 melalui kanal resmi.
- Hingga 16 Februari 2026, total 1.398.369 tiket untuk keberangkatan Maret-April 2026 telah terjual.
- Pemerintah memberikan insentif tarif 30% untuk perjalanan periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah membuka pemesanan tiket kereta api mudik lebaran, sejak 15 Februari 2026 kemarin. Pemesanan tiket keret api mudik ini bisa dipesan melalui aplikasi maupun kanal resmi lainnya.
"Hingga saat ini, baik tiket kereta reguler maupun tambahan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya. Kami mengimbau masyarakat segera merencanakan perjalanan agar dapat memilih jadwal dan relasi sesuai kebutuhan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba seperti dikutip, Senin (16/2/2026).
Adapun, hingga 16 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 1.398.369 tiket.
Ketersediaan tempat duduk pada berbagai relasi dan tanggal masih dapat dimanfaatkan pelanggan, dengan angka penjualan yang terus bergerak dinamis.
Beberapa tanggal mencatat transaksi tinggi, antara lain keberangkatan 24 Maret 2026 sebanyak 102.827 tiket, disusul 23 Maret 2026 sebanyak 99.921 tiket, 19 Maret 2026 sebanyak 95.331 tiket, serta 18 Maret 2026 sebanyak 92.248 tiket.
Perlu diingat, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pemesanan yang terus berlangsung.
"Bagi pelanggan yang belum memperoleh tiket pada relasi pilihan, kami menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif tanggal keberangkatan, baik lebih awal maupun setelah hari yang direncanakan. Skema connecting train juga dapat menjadi opsi untuk menjangkau kota tujuan melalui kombinasi perjalanan yang tersedia," jelas Anne.
Berikut berikut 10 kereta api dengan jumlah pelanggan tertinggi berdasarkan ata sementara:
- KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi (pp): 57.498 pelanggan
- KA Bengawan relasi Pasar Senen–Purwosari (pp): 47.403 pelanggan
- KA Serayu relasi Pasar Senen–Kiaracondong–Purwokerto (pp): 46.751 pelanggan
- KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan (pp): 43.426 pelanggan
- KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar (pp): 41.433 pelanggan
- KA Sawunggalih relasi Kutoarjo–Pasar Senen (pp): 39.905 pelanggan
- KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang (pp): 37.299 pelanggan
- KA Pasundan Tambahan relasi Kiaracondong–Surabaya Gubeng (pp): 32.460 pelanggan
- KA Joglosemarkerto relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan (pp): 29.974 pelanggan
- KA Probowangi relasi Surabaya Gubeng–Ketapang (pp): 26.729 pelanggan
Pemerintah juga memberikan insentif tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 14 hingga 29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung keterkelolaan mobilitas nasional.
Baca Juga: Menhub Beberkan Gunanya Sistem Kerja Fleksibel saat Mudik Lebaran
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, KAI melaksanakan penugasan Angkutan Idulfitri 2026 dengan fokus pada kesiapan sarana, kelancaran operasional, dan pelayanan pelanggan.
KAI mengajak masyarakat melakukan pembelian melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan perusahaan, guna memastikan keamanan transaksi dan kemudahan layanan.
"Momentum akhir pekan ini dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama keluarga, menentukan tanggal terbaik, serta memilih rute perjalanan yang paling sesuai. Dengan perencanaan lebih awal, perjalanan Lebaran 2026 dapat dijalani dengan tenang, aman, dan nyaman," pungkas Anne.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo