- Ekonomi Asia dan Indonesia diperkirakan membaik pada Tahun Kuda Api 2026 seiring meredanya tekanan suku bunga global.
- Investor disarankan memilih aset berfundamental kuat dan memanfaatkan momentum suku bunga dengan strategi masuk pasar bertahap.
- Keputusan investasi wajib menghindari emosi, FOMO, serta perlu memadukan strategi ekonomi dengan disiplin tinggi.
Pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan China dinilai memiliki basis konsumsi besar, ditopang urbanisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.
Untuk Indonesia, sejumlah lembaga seperti MSCI dan Moody's menyoroti risiko kebijakan dan isu tata kelola yang memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksikan tetap moderat dengan dukungan konsumsi domestik, struktur demografi yang relatif menguntungkan, serta defisit fiskal dan rasio utang yang tergolong rendah.
Dalam perspektif Feng Shui, kondisi tersebut diibaratkan sebagai “tanah yang cukup kuat untuk menahan api”, yang berarti peluang tetap terbuka selama langkah yang diambil tidak berlebihan.
4. Hindari Keputusan Emosional dan FOMO
Angelina menekankan bahwa energi Tahun Kuda Api berpotensi memicu optimisme berlebihan hingga ego dalam pengambilan keputusan. Investor diminta menghindari keputusan berbasis emosi atau sekadar mengikuti tren (fear of missing out/FOMO).
Ia menyarankan agar investor memahami risiko secara menyeluruh, menetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal, serta menjaga disiplin dalam menjalankan strategi.
5. Pebisnis Perlu Fokus pada Eksekusi
Bagi pelaku usaha, investasi pada 2026 tidak selalu berbentuk produk keuangan. Tahun ini dinilai tepat untuk memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses kerja, serta penguatan tim dan kepemimpinan.
Baca Juga: Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
Baik dari sudut pandang ekonomi maupun Feng Shui, 2026 disebut sebagai tahun yang menuntut konsistensi dan realisasi nyata, bukan sekadar perencanaan besar tanpa tindak lanjut.
6. Seimbangkan Keberanian dan Perlindungan
Tahun Kuda Api identik dengan keberanian, namun tetap membutuhkan keseimbangan.
Dalam konteks investasi, prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam portofolio terdiversifikasi, perlindungan dasar seperti asuransi dan dana darurat, serta disiplin melakukan rebalancing secara berkala.
“Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali,” demikian kesimpulan yang disampaikan dalam acara tersebut.
Investor didorong memadukan strategi ekonomi modern dan wawasan Feng Shui guna mengambil keputusan yang cerdas dan seimbang.
Berita Terkait
-
Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat eFishery
-
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara
-
Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora