Suara.com - Jelang memasuki Ramadan 2026, bulan suci ini selalu menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi domestik di Indonesia.
Fenomena ini tidak hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga momen di mana roda perekonomian bergerak lebih cepat akibat perubahan pola perilaku belanja masyarakat.
Secara fundamental, terdapat tiga pilar utama yang memicu lonjakan konsumsi selama periode ini:
- Fenomena Revenge Spending: Setelah melakukan pengetatan anggaran di awal tahun, masyarakat cenderung melakukan aksi "balas dendam" dengan belanja lebih besar saat Ramadan sebagai bentuk perayaan.
- Injeksi Likuiditas dari THR: Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi suntikan dana segar yang meningkatkan daya beli secara instan, baik untuk kebutuhan pokok maupun barang-barang tersier.
- Ekspansi Ekonomi melalui Mudik: Arus mudik yang memuncak menjelang Idulfitri mendorong redistribusi kekayaan dari kota ke perdesaan. Aktivitas belanja pemudik di kampung halaman membuat geliat ekonomi terasa hingga ke pelosok daerah.
Saham Potensial Penopang Portofolio
Bagi para pelaku pasar modal, momentum ini menawarkan peluang investasi pada beberapa sektor yang secara historis mencatatkan performa gemilang.
1. Sektor Bahan Pokok dan Agribisnis
Lonjakan permintaan bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, hingga makanan ringan menjadi berkah bagi emiten produsen.
Emiten Pilihan: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mendominasi pasar mi instan dan tepung. Untuk komoditas beras, terdapat PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di sektor makanan ringan.
Sektor Perkebunan: Kebutuhan minyak sawit yang tinggi turut memberi sentimen positif bagi emiten sawit seperti SMAR, AALI, DSNG, LSIP, dan CSRA.
Baca Juga: Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!
2. Industri Perunggasan (Poultry)
Daging ayam tetap menjadi menu utama selama sahur dan berbuka, yang biasanya dibarengi dengan kenaikan harga di tingkat peternak.
Kondisi ini memperlebar margin keuntungan bagi emiten seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).
3. Sektor Ritel dan Mode
Tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran memicu lonjakan trafik di pusat perbelanjaan, terutama pada H-7 Idulfitri. Emiten ritel fashion diprediksi akan mengalami kenaikan omzet signifikan melalui berbagai promo diskon.
Emiten Pilihan: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), serta grup ritel gaya hidup seperti MAPI dan MAPA.
Berita Terkait
-
Arab Saudi Puasa Tanggal Berapa? Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
3 Doa Buka Puasa Ramadan Shahih, Kapan Waktu Mustajab Membacanya?
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA