- Rupiah menguat tipis pada pembukaan Senin (23/2/2026), mencapai Rp16.843 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Penguatan rupiah dipicu oleh melemahnya dolar AS akibat data ekonomi di bawah ekspektasi dan penolakan Mahkamah Agung terhadap tarif Trump.
- Mayoritas mata uang Asia, seperti Yen Jepang dan Ringgit Malaysia, juga menunjukkan penguatan signifikan terhadap pelemahan dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (23/2/2026) dibuka Rp16.843 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat mata uang garuda masuk di zona hijau dan naik 0,27 persen dibanding penutupan pada Jumat (20/2/2026) yang berada di level Rp16.888 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.885 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah karena faktor global.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi yang jauh di bawah ekspektasi," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, penguatan ini didorong oleh keputusan Mahkamah Agung yang menolak tarif Trump. Keputusan itu membuat dolar AS melemah.
"Keputusan Mahkamah Agung yang menganulir tarif Trump membuat dolar tertekan dengan range 16.800-16.950," tegasnya.
Sementara itu, mata uang Asia juga mayoritas menguat terhadap dolar AS. Salah satunya, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,54.
Selanjutnya, ada ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama melesat 0,41 persen. Disusul, peso Filipina yang menanjak 0,38 persen.
Berikutnya, dolar Singapura naik 0,2 persen dan baht Thailand yang terkerek 0,19 persen. Lalu ada won Korea Selatan yang menguat 0,15 persen.
Baca Juga: Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998
Sedangkan, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
-
Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo