- Pada pembukaan 6 Februari 2026, rupiah melemah 0,25% menjadi Rp16.885 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen dalam negeri, terutama Moody's menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia.
- Rupiah termasuk yang melemah di Asia, berbeda dengan Baht Thailand dan Yen Jepang yang menguat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan akhir pekan (6/2/2026) mata uang garuda masih belum berdaya.
Data Bloomberg pada menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.885 per dolar AS. Mata uang lokal pun melemah 0,25 persen dibandingkan penutupan Kamis (5/2) ada di level Rp16.842.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen dalam negeri.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan Moody's memberikan peringkat negatif ke Indonesia.
"Rupiah juga semakin tertekan oleh penurunan peringkat kredit Indonesia oleh Moodys ke negatif. Investor menantikan data cadev Indonesia siang ini," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat. Hal ini dikarenakan meningkatnya sentimen risk off dan sell off pada hampir semua asset.
" Rupiah bergerak di range 16.800-16.900," jelasnya.
Sementara itu, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,39 persen.
Diikuti ringgit Malaysia melemah 0,14 persen, yuan China melemah 0,05 persen dan dolar Taiwan yang melemah 0,04 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat 0,22 persen, yen Jepang menguat 0,17 persen, dolar Singapura menguat 0,11 persen.
Lalu ada peso Filipina menguat 0,06 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen terhadap dolar AS. Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 97,86, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 97,82.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!