- Kebijakan tarif impor tambahan AS berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia, meliputi nilai tukar dan harga barang.
- Pelemahan perdagangan akibat tarif global berisiko menurunkan neraca perdagangan serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
- Tekanan cadangan devisa berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, yang kemudian menaikkan harga bahan baku impor di dalam negeri.
Suara.com - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebut kebijakan tarif impor tambahan Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik Indonesia.
Menurutnya, efek kebijakan tersebut bisa merembet hingga ke nilai tukar rupiah dan harga barang di dalam negeri. Penerapan tarif global oleh pemerintah AS berisiko menekan arus perdagangan internasional.
Ketika perdagangan melemah, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara eksportir, tetapi juga pada indikator makroekonomi.
"Jadi secara makro, kebijakan ini dapat menurunkan neraca perdagangan Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Nailul kepada Suara.com, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, penurunan kinerja perdagangan berpotensi memengaruhi posisi cadangan devisa Indonesia. Jika penerimaan devisa dari ekspor berkurang, maka ruang stabilisasi ekonomi juga ikut menyempit.
"Selain itu, cadangan devisa bisa tertekan sehingga memengaruhi nilai tukar," ujarnya.
Nailul menilai tekanan terhadap cadangan devisa tersebut pada akhirnya dapat berdampak langsung pada pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika devisa melemah, nilai tukar rupiah berisiko ikut tertekan.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa melemah sehingga barang impor bisa menjadi mahal," ucapnya.
Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi memicu efek lanjutan di dalam negeri, terutama bagi sektor industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan harga impor dapat mendorong biaya produksi meningkat.
Baca Juga: Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
"Barang bahan baku dari impor yang lebih mahal dapat membuat harga dalam negeri juga ikut terdongkrak," jelasnya.
Karena itu, Nailul menilai rangkaian dampak tersebut menunjukkan kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak pada perdagangan luar negeri, tetapi juga bisa menjalar hingga ke stabilitas harga domestik.
"Jadi dampaknya masih akan terasa meskipun sudah dibatalkan oleh MA AS," pungkasnya.
Berita Terkait
-
1422 Harga Makanan Meroket Bulan Ini! Ini Daftar Lengkapnya
-
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
-
Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat
-
Pastikan Ekspor Tembaga ke AS Hasil Hilirisasi, Bahlil: Sesuai Aturan Negara Kita
-
Tarif Trump 19 Persen Ancam "Hegemoni" QRIS di Indonesia?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis