- Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 adalah 5,11 persen, lebih rendah dari Vietnam dan Malaysia.
- Defisit APBN Indonesia 2,92% dari PDB dianggap lebih baik dibandingkan Malaysia (6,41%) dan Vietnam (3,6%).
- Purbaya menyatakan kebijakan fiskal Indonesia lebih hati-hati karena defisit tidak melanggar standar internasional di atas 3%.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen di tahun 2025. Jika dibanding negara lain seperti Malaysia dan Vietnam, RI masih kalah.
"Pertumbuhan ekonomi kita 5,11 persen, di bawah Vietnam maupun Malaysia," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dalam paparannya, pertumbuhan ekonomi Vietnam selama 2025 mencapai 8,02 persen year on year (YoY). Sedangkan Malaysia mencapai 5,17 persen YoY, barulah posisi ketiga ditempati Indonesia dengan 5,11 persen.
Kendati begitu Menkeu Purbaya mengklaim kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih baik ketimbang Malaysia dan Vietnam.
Berdasarkan paparannya, defisit APBN Indonesia hanya kalah dari Jerman dengan angka 2,40 persen YoY. Sedangkan Vietnam lebih tinggi dengan angka 3,6 persen yoy, begitu pula Malaysia dengan 6,41 persen.
"Tapi kalau kita lihat defisitnya berapa, kita 2,9 persen dari PDB. Vietnam 3,6 persen dari PDB, Malaysia itu 6,41 persen PDB. Jadi dia bayar pertumbuhannya itu dengan ongkos yang besar sekali dibanding kita," beber dia.
Bendahara Negara menilai kalau baik Vietnam maupun Malaysia sudah melanggar standar internasional terkait kehati-hatian fiskal karena defisit APBN tembus di atas 3 persen.
Maka dari itu, Purbaya menyimpulkan Indonesia masih lebih jago dalam menangani kebijakan fiskal dibandingkan dua negara tetangga itu.
"Jadi kita bisa menciptakan pertumbuhan dengan memastikan prinsip kehati-hatian tetap dijaga. Jadi kita lebih jago dari negara-negara itulah. Waktu kita dalam ekonominya turun, kita kasih stimulus tapi kehati-hatian fiskal tidak kita tinggalkan," pungkasnya.
Baca Juga: Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
Tag
Berita Terkait
-
Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Purbaya Ungkap Impor 105 Ribu Mobil Pickup India Dibiayai Utang, Cicilan Rp 40 T per Tahun
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan