-
- Menteri Keuangan memperpanjang penempatan dana SAL sebesar Rp 200 triliun di bank Himbara selama enam bulan untuk menjaga stabilitas likuiditas pasar.
- Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia guna mendorong pertumbuhan kredit agar tetap berada di angka dua digit.
- Pemerintah akan melakukan evaluasi kembali pada September 2026 dengan harapan kondisi ekonomi dan kepercayaan investor asing terus membaik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) hingga enam bulan ke depan.
Menkeu Purbaya menyebut kalau perpanjangan penempatan dana SAL diputuskan usai Kemenkeu berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pekan lalu. Dana yang jatuh tempo 13 Maret 2026 ini akan langsung diperpanjang.
"Penempatan Rp 200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya juga mengharapkan perbankan lebih semangat dalam mencari debitur baru, namun tetap menjalankan prinsip kehati-hatian. Evaluasi kebijakan bakal dilakukan Pemerintah pada September mendatang.
"Kami akan evaluasi kembali di September nanti, enam bulan setelah perpanjangan. Harapannya ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya, Danantara sudah semakin berperan, dan dana non-residen sudah semakin banyak masuk ke Indonesia dengan kinerja ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik," paparnya.
Ia bercerita, sejak penempatan di September 2025 hingga Februari 2026, strategi fiskal dengan penempatan Rp 200 triliun yang terus dikoordinasikan dengan strategi moneter Bank Indonesia, konsisten mendukung likuiditas.
Dalam paparannya, pertumbuhan uang dasar atau M0 di pekan pertama Februari 2026 masih tumbuh sebesar 11,7 persen. Ia menilai ini memberikan ruang untuk pertumbuhan kredit yang diharapkan bisa double digit.
"Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap double digit, Bank Indonesia berkomitmen akan mendukung pemerintah dalam hal ini," lanjutnya.
Lebih lanjut Purbaya mengklaim hasil koordinasi fiskal moneter ini nyata dirasakan karena kredit tumbuh 10 persen di Januari 2026 dengan suku bunga yang terus kompetitif bagi masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
"Suku bunga kredit sudah turun ke 8,80 persen per Januari 2026 dibandingkan dengan Agustus tahun lalu yang berada pada level 9,12 persen," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Purbaya Ungkap Impor 105 Ribu Mobil Pickup India Dibiayai Utang, Cicilan Rp 40 T per Tahun
-
Arie Kriting Hapus Konten bareng Piche Kota, Penyanyi ini Malah Membela
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BNI Jelang Idulfitri, Begini Prosedur dan Tipsnya
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir
-
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
-
Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?