- Bulog resmi mendapatkan izin Kementerian Haji Arab Saudi untuk membangun gudang di Kampung Haji guna mendukung ekspor beras nasional.
- Lahan seluas 2 hingga 3 hektare telah dialokasikan pemerintah Saudi untuk gudang berkapasitas penyimpanan 1.000 ton tiap unit.
- Ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras senilai Rp150 miliar dijadwalkan dikirim bertahap untuk kebutuhan haji 2026.
Suara.com - Bulog mengonfirmasi telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk mendirikan fasilitas pergudangan di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan langkah krusial untuk mendukung program ekspor beras nasional sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi para jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah mengalokasikan lahan yang cukup luas untuk mendukung rencana besar ini. Lokasi yang disiapkan berada di area strategis guna memudahkan distribusi pangan ke titik-titik konsentrasi jemaah.
"Kami sudah melakukan survei ke lokasi dan mudah-mudahan segera dikerjakan. Pihak Kementerian Haji di sana telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 2 hingga 3 hektare," ujar Rizal saat memberikan keterangan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Meskipun belum merinci jumlah total unit yang akan dibangun, Rizal menjelaskan bahwa setiap unit gudang direncanakan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 1.000 ton.
Fokus utama saat ini adalah percepatan proses konstruksi agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan.
Fasilitas gudang di Arab Saudi ini nantinya akan menjadi pusat penyimpanan utama bagi beras yang dikirim langsung dari tanah air.
Hal ini dilakukan untuk memastikan jemaah Indonesia tetap mendapatkan asupan pangan dengan citarasa dan kualitas produk dalam negeri selama menjalankan ibadah.
Sebagai langkah awal, Bulog menjadwalkan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras dengan total nilai mencapai Rp150 miliar. Ekspor ini secara khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Baca Juga: Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Indonesia Beda dengan Arab Saudi
Jadwal Pengiriman Bertahap
Proses pengiriman beras ke Tanah Suci akan dibagi ke dalam dua gelombang utama agar alur logistik tetap terjaga:
Tahap Pertama (28 Februari): Pengiriman diprioritaskan untuk kebutuhan para petugas haji yang akan tiba lebih awal di Arab Saudi.
Tahap Kedua (4 Maret): Pengiriman difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bagi seluruh jemaah haji asal Indonesia.
"Targetnya tentu lebih cepat lebih baik. As soon as possible," pungkas Rizal
Berita Terkait
-
Beras Premium Bulog Mejeng di Rak Bin Dawood dan Lulu, Siap Garap Pasar Arab Saudi
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Bantuan 100 Ton Kurma dari Arab Saudi
-
Siap-siap! 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi Segera Meluncur ke Masjid hingga Pesantren
-
Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Indonesia Beda dengan Arab Saudi
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit