- Menag Nasaruddin Umar apresiasi bantuan 100 ton kurma dari Kerajaan Arab Saudi.
- Arab Saudi salurkan dua ribu paket buka puasa untuk jemaah Masjid Istiqlal.
- Raja Salman berikan hadiah kurma dan paket buka puasa bagi masyarakat Indonesia.
Suara.com - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi atas bantuan 100 ton kurma dari Kerajaan Arab Saudi yang disalurkan kepada berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia. Selain disalurkan ke ormas, bantuan tersebut juga dibagikan di Masjid Istiqlal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Tak hanya kurma, pada hari pertama Ramadan, sebanyak 2.000 paket buka puasa turut diserahkan bagi jemaah Masjid Istiqlal. Penyerahan secara simbolis dilakukan di hadapan perwakilan Arab Saudi, yakni Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, serta Menteri Agama RI.
“Program ini adalah hadiah dari Raja Salman bin Abdulaziz selaku Khadimul Haramain (Pelayan Dua Kota Suci) untuk putra-putrinya di Indonesia, berupa jamuan buka puasa serta pembagian kurma berkualitas tinggi,” ujar Syeikh Ahmed.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Buka Puasa Bersama atas arahan langsung Raja Salman bagi masyarakat Muslim dunia, termasuk Indonesia.
Dalam sambutannya di pelataran Masjid Istiqlal, Kamis (19/2/2026), Nasaruddin secara khusus berterima kasih kepada pihak Kedutaan Besar Arab Saudi.
“Terima kasih kepada Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi beserta asisten beliau, Syeikh Al-Burraq Al-Amir, atas bantuan luar biasa bagi Masjid Istiqlal, Kementerian Agama, dan Indonesia. Beliau adalah sosok yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Kami mendoakan semoga beliau selalu sehat walafiat,” tutur Nasaruddin.
Nasaruddin juga memimpin doa bagi Raja Arab Saudi beserta keluarga dan jajaran Kedutaan Besar atas dukungan konsisten bagi umat Islam di Indonesia.
“Mari kita berdoa agar Allah memberikan umur panjang dan kesehatan kepada Raja Arab Saudi serta jajaran Kedutaan yang sangat menghormati Masjid Istiqlal,” ucapnya.
Usai doa bersama, Nasaruddin menjelaskan bahwa tradisi buka puasa bersama di Masjid Istiqlal selalu dipadati ribuan warga. Pada hari biasa, jumlah jemaah mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, sementara pada akhir pekan melonjak hingga 10.000 orang. Bahkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, peserta iktikaf bisa mencapai 20.000 orang.
Baca Juga: Terpopuler: Sosok Pembeli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar, Boikot 21 Kurma Israel
Tingginya antusiasme tersebut terkadang membuat persediaan konsumsi yang disiapkan panitia menjadi terbatas.
“Kadang jumlah yang hadir melebihi rencana. Kami siapkan 5.000, yang datang 10.000 orang. Dalam kondisi itu, terpaksa jemaah hanya dibagikan air mineral dan kurma,” ungkap Nasaruddin.
Menutup keterangannya, Menteri Agama mengimbau masyarakat yang ingin berderma agar menyalurkan bantuannya melalui Masjid Istiqlal.
“Saya mengajak masyarakat yang ingin berbagi untuk menyalurkannya ke sini, karena di Istiqlal juga terdapat anak-anak yatim yang membutuhkan,” pungkasnya.
________________________
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir