- Ziyadbooks dongkrak minat baca dan raih kenaikan penjualan 38% saat Ramadan.
- Sebanyak 93% transaksi berasal dari kolaborasi konten dengan affiliate creator.
- Alokasi 20% biaya iklan via fitur GMV Max sukses optimalkan jangkauan pasar.
Suara.com - Skor literasi siswa Indonesia yang masih tertahan di angka 359 terpaut jauh di bawah Singapura dan Vietnam menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Namun, di tengah tantangan ini, brand buku anak lokal Ziyadbooks justru melihat celah untuk berinovasi sekaligus menggenjot literasi melalui ekosistem digital.
Memanfaatkan momentum Ramadan, Ziyadbooks sukses mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 38% melalui kolaborasi masif dengan affiliate content creator di platform Tokopedia dan TikTok Shop. Tak main-main, sebanyak 93% transaksi brand ini lahir dari tangan dingin para kreator konten.
Chief Marketing Officer Ziyadbooks, Helmi Rian, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan ini terletak pada kepercayaan. Dengan menampilkan wajah kreator saat membacakan buku, proses promosi tidak lagi terasa seperti iklan kaku, melainkan rekomendasi personal dari orang tua ke orang tua.
"Keterbukaan informasi membuat orang tua makin selektif. Kami hadir bukan hanya untuk menjual buku, tetapi menjadi mitra terpercaya bagi keluarga dalam membangun kebiasaan baik, khususnya di momen Ramadan," ujar Helmi, Senin (23/2/2026).
Strategi ini terbukti ampuh. Peningkatan aset konten sebesar 70% menunjukkan betapa agresifnya Ziyadbooks dalam mendominasi feed media sosial dengan konten yang relevan, mulai dari buku aktivitas hingga cerita pembentuk karakter untuk menemani waktu ngabuburit.
Untuk memastikan jangkauan yang luas, Ziyadbooks mengalokasikan 20% dari nilai transaksi untuk iklan otomatis melalui fitur GMV Max. Helmi menegaskan bahwa momentum Ramadan yang singkat menuntut eksekusi yang cepat dan berbasis data.
"Kami tidak ingin hanya ramai sesaat. Fitur beriklan otomatis membantu menjangkau pelanggan secara efektif, sehingga pembeli lebih mudah menemukan buku yang sesuai kebutuhan mereka," tambahnya.
Selain urusan digital, aspek logistik menjadi prioritas. Layanan pengiriman di hari yang sama menjadi senjata utama untuk memenuhi kebutuhan kado Lebaran atau paket edukasi mendadak. Hasilnya, Ziyadbooks kini kokoh bertengger sebagai brand buku anak nomor satu di TikTok Shop by Tokopedia.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Digital, Shopee Latih 100 Instruktur Vokasi Lewat ToT Affiliate
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU