- Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang beredar luas (M2) pada Januari 2026 mencapai 10,0 persen (yoy) menjadi Rp10.117,8 triliun.
- Peningkatan M2 dipicu oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi, serta tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.
- Pertumbuhan uang primer yang disesuaikan (M0 adjusted) melambat menjadi 14,7 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 tumbuh lebih tinggi.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan pada Januari 2026, M2 tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun.
"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy)," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Kata dia, peningkatan M2 pada ada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.
" Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 22,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persem (yoy). Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3 persen (yoy)," jelasnya.
Sementara itu, BI juga memaparkan perkembangan M0 adjusted. Pada Januari, posisi M0 ada di Rp 2.193 triliun. Tumbuh 14,7 persen yoy.
Meski masih tumbuh belasan persen, tetapi laju kenaikan M0 melambat. Sebab pada Desember 2025, terjadi pertumbuhan 16,8 persen yoy.
"Perkembangan in dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 30,1 persen yoy dan uang kuartal yang diedarkan sebesar 12,4 persen yoy. Sementara itu, giro sektor swasta di BI dan surat berharga diterbitkan BI yang dimiliki oleh sektor swasta tercatat kontraksi masing-masing 5,8 persen yoy dan 80,2 persen yoy," terang laporan BI.
M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.
Baca Juga: Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh BI.
Berita Terkait
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan