- Rupiah melemah 0,28 persen pada Rabu, 18 Februari, ditutup Rp 16.884 per dolar AS menurut data Bloomberg.
- Pelemahan rupiah disebabkan investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter mendatang.
- Mata uang Asia lainnya menunjukkan pergerakan beragam, dengan beberapa menguat signifikan sementara yang lain mengalami pelemahan tipis.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan pada penutupan, Rabu, 18 Februari. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.884 per dolar AS.
Alhasil, rupiah melemah 0,28 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/2/2026) pekan kemarin yang berada di level Rp 16.837 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.884 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan investor yang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
"Investor pada umumnya masih berhati-hati mengantisipasi RDG BI besok, secara pemerintah dan bank sentral memiliki target pertumbuhan eknomi yang memerlukan pelonggaran moneter dan fiskal," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman melanjutkan, selama belum ada perubahan pada fundamental mulai dari target pertumbuhan hingga defisit anggaran, rupiah akan tetap alami tekanan.
"Jika ada rencana pemangkasan suku bunga, maka rupiah akan tetap tertekan," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya, uang Taiwan Dolar juga melemah sebesar 0,12 persen menjadi 31,426 per dolar AS. Dolar Singapura juga melemah 0,087% di level 1,2642 per dolar AS.
Untuk mata uang dolar Hong Kong cenderung stagnan dan hanya melemah 0,004 persen di level 7,8157.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang
Sedangkan, peso Filipina menguat cukup besar terhadap dolar AS a Filipina sebesar 0,169 persen di level 57,862. Lalu, Baht Thailand menguat 0,074 persen di 31,273.
Disusul, rupee India menguat 0,032 perssn di level 90,650. Won Korea menguat sebesar 0,21 persen di area 1.444,52.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya