- ARVINDO wajibkan cek KTP di toko vape untuk cegah pembeli di bawah 21 tahun.
- Vape didorong sebagai alat bantu berhenti merokok berbasis harm reduction.
- GEBRAK ajak pemilik toko vape aktif edukasi bahaya tar dan asap rokok ke konsumen.
Suara.com - Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO) bersama Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (GEBRAK) melarang penjualan rokok elektronik (vape) bagi siapa pun yang berusia di bawah 21 tahun.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam menekan penyalahgunaan produk tembakau alternatif, sekaligus memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, yakni hanya untuk perokok dewasa.
Ketua ARVINDO, Fachmi Kurnia, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggota asosiasi untuk patuh pada regulasi. Instruksi ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban operasional di lapangan.
“Kami sudah memberikan surat resmi untuk melarang toko vape menjual ke anak di bawah umur dan menghimbau agar terdapat tulisan 21+ di depan toko. Kami akan meminta tanda pengenal (KTP),” ujar Fachmi, Selasa (24/2/2026).
Fachmi menjelaskan, kampanye yang dilakukan asosiasi secara konsisten menekankan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah. Produk ini diposisikan sebagai alat bantu bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok konvensional.
ARVINDO juga berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dapat membuka ruang diskusi berbasis kajian ilmiah dalam merumuskan kebijakan. Menurutnya, pendekatan harm reduction (pengurangan risiko) perlu dipertimbangkan sebagai solusi baru di Indonesia.
“Kami berharap Kemenkes bisa melihat vape sebagai solusi yang berdasarkan penelitian seperti di banyak negara. Kami percaya Kemenkes perlu membuka ruang untuk pendekatan baru, yaitu harm reduction,” tambah Fachmi.
Optimisme ARVINDO dan GEBRAK bukan tanpa alasan. Studi terbaru dari JAMA Network (2025) bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessation Aids in England and Associations With Quit Success” menunjukkan hasil signifikan.
Penelitian terhadap 25.094 perokok mengungkapkan bahwa rokok elektronik menjadi alat bantu berhenti merokok paling populer (40,2%), selain itu vape memiliki tingkat keberhasilan tertinggi dibandingkan metode lainnya dalam membantu perokok berhenti.
Baca Juga: Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
Senada dengan ARVINDO, Ketua GEBRAK, Garindra Kartasasmita, menekankan bahwa toko vape memiliki peran krusial sebagai garda terdepan edukasi. Pemilik vape store diharapkan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjadi mitra informasi bagi masyarakat.
“Komitmen ini penting agar pemilik toko juga mengedukasi konsumennya mengenai bahaya asap rokok dan tar, serta menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok,” tutur Garindra.
Melalui sinergi ini, ARVINDO dan GEBRAK optimistis perlindungan anak dan inovasi pengurangan risiko dapat berjalan beriringan demi menekan prevalensi merokok di Indonesia secara efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya
-
IHSG Meloyo di Sesi Pertama Gegara Defisit APBN, 438 Saham Kebakaran
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata