- Pemerintah mendorong penataan kawasan kumuh melalui pengembangan ekonomi lokal, fokus pada wisata kuliner di Menteng Tenggulun.
- Penataan ini meliputi perbaikan fisik, sanitasi, dan pengelolaan sampah, serta menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
- Konsep "Kampung Gotong Royong" ini direncanakan menjadi percontohan nasional untuk kawasan padat lainnya di Indonesia.
Suara.com - Pemerintah mulai mendorong konsep penataan kawasan kumuh dengan pendekatan ekonomi lokal. Salah satunya seperti pengembangan kampung menjadi pusat wisata kuliner seperti yang sedang disiapkan di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, mengatakan penataan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sumber ekonomi baru bagi warga.
Menurutnya, kawasan Menteng Tenggulun dipilih karena memiliki potensi usaha makanan rumahan yang sudah tumbuh secara alami di tengah permukiman padat.
"Jadi konsepnya adalah Kampung Gotong Royong. Gitu ya. Di sini juga masyarakat kita udah rutin bersama Pak RW/RT, kita juga kerja bakti gitu ya," ujar Sri Haryati di Menteng Tenggulun, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah ingin kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi kuliner berbasis warga. Setiap usaha makanan akan dipetakan agar pengunjung mudah mengenali pilihan kuliner yang tersedia.
"Nantinya kita ada wisata kuliner pagi apa aja, nanti kita data, ada mapping-nya. Kalau mau makan bubur di mana, makan nasi uduk di mana, dan lain-lain, itu juga kita bikin gitu,” jelasnya.
Selain penguatan ekonomi warga, penataan juga mencakup renovasi rumah tidak layak huni, perbaikan sanitasi, penataan lorong, hingga pengelolaan sampah agar kawasan menjadi lebih rapi dan sehat.
Ia menyebut konsep ini akan dijadikan proyek percontohan untuk diterapkan di lokasi lain, baik di Jakarta maupun di kota-kota lain di Indonesia.
"Nanti ini akan jadi percontohan. Insyaallah juga di tempat-tempat lain kita akan terapkan seperti ini,” kata Sri Haryati.
Baca Juga: Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
Pemerintah saat ini disebut tengah menyiapkan sejumlah titik lain yang memiliki karakter kawasan serupa untuk dikembangkan dengan pendekatan yang sama.
"Ya, jadi emang sementara ini kalau di Jakarta di Johar Baru ya, Johar Baru, Tanah Tinggi. Ini juga tim, ada tim juga yang sedang melakukan perencanaannya gitu ya," lanjutnya.
Ia menambahkan, konsep penataan kampung berbasis ekonomi lokal tersebut diharapkan mampu mengubah wajah kawasan padat sekaligus meningkatkan pendapatan warga tanpa harus memindahkan mereka dari lingkungan tempat tinggalnya.
"Pokoknya kita mau men-dress up ya, menyulap deh kawasan yang tadinya padat, kumuh, nanti menjadi kawasan yang menarik gitu ya, rapi, bersih, tertib, dan juga ada nilai ekonomi di dalamnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform