- Menteri Koperasi menanggapi usulan pembatasan dominasi Alfamart dan Indomaret terkait perlindungan usaha kecil.
- Wacana pembatasan diajukan Menteri Desa Yandri Susanto untuk mencegah minimarket mematikan ekonomi pedesaan.
- Menteri Koperasi menyatakan Koperasi Desa dapat tetap bekerja sama dengan ritel swasta untuk produk tertentu.
Suara.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menanggapi usulan pembatasan dominasi minimarket Alfamart dan Indomaret. Wacana tersebut muncul guna mencegah ekspansi ritel modern mematikan usaha kecil dan koperasi di pelosok dusun.
Ferry menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya bergantung pada pengaturan regulasi di masing-masing daerah.
"Sebenarnya gini, itu kan tinggal pengaturan regulasinya di masing-masing daerah," ujar Ferry saat ditemui wartawan di Jakarta pada Selasa (24/2/2026).
Namun demikian, Ferry mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Indomaret dan Alfamart. Dia menyebut bahwa Koperasi Desa Merah Putih tetap dapat bekerja sama dengan pihak swasta.
"Bahwa sebenarnya Kooperasi Desa ini bisa tetap bekerja sama dengan siapapun, karena kan tidak semua produk-produk itu bisa diproduksi oleh UMKM lokal," kata Ferry.
"Tapi ada juga yang tidak bisa diproduksi oleh pelaku UMKM lokal itu, tentu kita akan bisa bekerja sama dari produksi barang-barang yang sudah diproduksi oleh teman-teman dari swasta," sambungnya.
Usulan pembatasan dominasi Alfamart dan Indomaret disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.
Dalam forum resmi bersama Komisi V DPR RI, Yandri secara eksplisit menyuarakan agar dominasi Indomaret dan Alfamart mulai dibatasi, terutama jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berfungsi secara optimal.
Yandri menilai bahwa kehadiran minimarket yang merambah hingga ke pelosok dusun berpotensi mematikan inisiatif ekonomi mandiri di tingkat pedesaan. Dia juga menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil agar kompetisi di lapangan berlangsung adil.
Baca Juga: Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana