- Harga saham Indomaret (DNET) dan Alfamart (AMRT) melemah pasca pernyataan menteri terkait pembatasan ekspansi minimarket.
- Menteri Desa Yandri Susanto meminta penghentian ekspansi ritel modern demi optimalisasi fungsi Koperasi Desa (Kopdes).
- Pembatasan ekspansi ini bertujuan menjaga keadilan kompetisi dan melindungi inisiatif ekonomi mandiri masyarakat pedesaan.
Suara.com - Dua raksasa ritel nasional, Indomaret atau PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dan Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), kini menuai sorot.
Berdasarkan data perdagangan melalui platform Stockbit pada Selasa siang (24/2/2026), harga saham kedua emiten tersebut menunjukkan tren pelemahan.
Saham DNET terpangkas 0,55% ke level 8.750, sementara saham AMRT mengalami koreksi lebih dalam sebesar 1,11% di posisi 1.780.
Meski belum dapat dipastikan, kondisi ini disinyalir merupakan respons pelaku pasar terhadap pernyataan kontroversial dari jajaran menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki penghentian ekspansi jaringan minimarket modern tersebut demi melindungi ekonomi desa.
Pemicu sorotan publik ini bermula dari sikap tegas Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.
Dalam forum resmi bersama Komisi V DPR RI, Yandri secara eksplisit menyuarakan agar dominasi Indomaret dan Alfamart mulai dibatasi, terutama jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berfungsi secara optimal.
Mendes PDT menilai bahwa kehadiran minimarket yang merambah hingga ke pelosok dusun berpotensi mematikan inisiatif ekonomi mandiri di tingkat pedesaan.
Ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil agar kompetisi di lapangan berlangsung adil.
“Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” tegas Yandri.
Baca Juga: DPR Pertanyakan Alasan Agrinas Impor Pikap India untuk Koperasi Merah Putih
Ia berargumen bahwa keberadaan lebih dari 20.000 gerai di seluruh pelosok tanah air sudah mencerminkan dominasi pasar yang melampaui batas kewajaran untuk konsep pemerataan ekonomi nasional.
Profil Pemilik Indomaret dan Alfamart
Indomaret (DNET): Berada di bawah naungan Salim Group, raksasa bisnis yang didirikan oleh Sudono Salim dan saat ini dipimpin oleh Anthony Salim.
Alfamart (AMRT): Didirikan oleh Djoko Susanto, pengusaha kawakan yang merintis jaringan ini hingga menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Menteri Yandri mengkhawatirkan skala bisnis yang terlalu timpang ini akan membuat Koperasi Desa sulit berkembang.
Menurutnya, dominasi sistemik dari kedua grup besar tersebut dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan Kopdes maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sedang didorong pemerintah.
Meskipun mendapat dukungan moral dari Ketua Komisi V DPR, Lasarus, rencana pembatasan ini diprediksi tidak akan berjalan sederhana.
Lasarus mengingatkan bahwa penguatan ekonomi desa melalui pembatasan ritel modern memerlukan regulasi dan perencanaan yang sangat matang agar tidak menimbulkan guncangan pada rantai pasok nasional.
Berita Terkait
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa
-
Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran
-
Lasarus: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret Adalah Hoax dan Tendensius
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja
-
Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
-
Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026
-
Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara
-
Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
-
Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130
-
Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI