Bisnis / Makro
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart
Baca 10 detik
  • Harga saham Indomaret (DNET) dan Alfamart (AMRT) melemah pasca pernyataan menteri terkait pembatasan ekspansi minimarket.
  • Menteri Desa Yandri Susanto meminta penghentian ekspansi ritel modern demi optimalisasi fungsi Koperasi Desa (Kopdes).
  • Pembatasan ekspansi ini bertujuan menjaga keadilan kompetisi dan melindungi inisiatif ekonomi mandiri masyarakat pedesaan.

Suara.com - Dua raksasa ritel nasional, Indomaret atau PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dan Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), kini menuai sorot.

Berdasarkan data perdagangan melalui platform Stockbit pada Selasa siang (24/2/2026), harga saham kedua emiten tersebut menunjukkan tren pelemahan.

Saham DNET terpangkas 0,55% ke level 8.750, sementara saham AMRT mengalami koreksi lebih dalam sebesar 1,11% di posisi 1.780.

Meski belum dapat dipastikan, kondisi ini disinyalir merupakan respons pelaku pasar terhadap pernyataan kontroversial dari jajaran menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki penghentian ekspansi jaringan minimarket modern tersebut demi melindungi ekonomi desa.

Pemicu sorotan publik ini bermula dari sikap tegas Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.

Dalam forum resmi bersama Komisi V DPR RI, Yandri secara eksplisit menyuarakan agar dominasi Indomaret dan Alfamart mulai dibatasi, terutama jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berfungsi secara optimal.

Mendes PDT menilai bahwa kehadiran minimarket yang merambah hingga ke pelosok dusun berpotensi mematikan inisiatif ekonomi mandiri di tingkat pedesaan.

Ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil agar kompetisi di lapangan berlangsung adil.

“Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” tegas Yandri.

Baca Juga: DPR Pertanyakan Alasan Agrinas Impor Pikap India untuk Koperasi Merah Putih

Ia berargumen bahwa keberadaan lebih dari 20.000 gerai di seluruh pelosok tanah air sudah mencerminkan dominasi pasar yang melampaui batas kewajaran untuk konsep pemerataan ekonomi nasional.

Profil Pemilik Indomaret dan Alfamart

Indomaret (DNET): Berada di bawah naungan Salim Group, raksasa bisnis yang didirikan oleh Sudono Salim dan saat ini dipimpin oleh Anthony Salim.

Alfamart (AMRT): Didirikan oleh Djoko Susanto, pengusaha kawakan yang merintis jaringan ini hingga menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Menteri Yandri mengkhawatirkan skala bisnis yang terlalu timpang ini akan membuat Koperasi Desa sulit berkembang.

Menurutnya, dominasi sistemik dari kedua grup besar tersebut dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan Kopdes maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sedang didorong pemerintah.

Meskipun mendapat dukungan moral dari Ketua Komisi V DPR, Lasarus, rencana pembatasan ini diprediksi tidak akan berjalan sederhana.

Lasarus mengingatkan bahwa penguatan ekonomi desa melalui pembatasan ritel modern memerlukan regulasi dan perencanaan yang sangat matang agar tidak menimbulkan guncangan pada rantai pasok nasional.

Load More