- APBN & APBD tak cukup untuk target perumahan, butuh swasta.
- Target 400.000 unit BSPS dan 350.000 rumah subsidi di tahun 2026.
- Groundbreaking 140.000 unit di Meikarta pada 8 Maret lewat hibah lahan.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran negara dalam menjalankan proyek perumahan rakyat.
Ia menilai besarnya kebutuhan hunian membuat pembiayaan harus melibatkan lebih banyak pihak di luar APBN dan APBD.
Maruarar mengatakan jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia masih sangat besar sehingga penyelesaiannya tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah.
"Kalau hanya mengandalkan APBN dan APBD, saya yakin enggak akan bisa. Dan kalaupun bisa waktunya lama sekali," kata Maruarar dalam rapat koordinasi program perumahan 2026 bersama sejumlah gubernur di Kantor Kemendagri, Rabu (25/2/2026).
Ia menyebut perlu ada terobosan di bidang regulasi, pembiayaan, dan penyediaan lahan agar program perumahan dapat berjalan lebih cepat.
"Mesti ada terobosan regulasi, pembiayaan, dan lahan," ujarnya.
Dalam program perumahan 2026, pemerintah tetap mengandalkan sejumlah skema utama dari APBN. Salah satunya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang tahun ini ditargetkan mencapai 400.000 rumah, melonjak jauh dari realisasi tahun lalu sekitar 45.000 unit.
Program lain yang disiapkan pemerintah adalah penanganan kawasan kumuh di berbagai daerah, pembangunan rumah susun di sejumlah titik, serta penyediaan prasarana dasar seperti sanitasi dan fasilitas lingkungan permukiman.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan pembangunan rumah subsidi melalui Tapera. Tahun lalu realisasi rumah subsidi mencapai 278.000 unit, dan pemerintah menargetkan jumlahnya bisa meningkat hingga sekitar 350.000 unit pada tahun ini.
Baca Juga: THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
Maruarar juga menyoroti pentingnya pembangunan rumah susun sebagai solusi di kawasan perkotaan yang lahannya semakin terbatas.
Ia bahkan menyinggung rencana proyek besar pembangunan rumah susun di kawasan Meikarta yang akan dimulai dalam waktu dekat.
"Mohon doanya semoga paling lama tanggal 8 Maret kita akan melakukan groundbreaking di Meikarta untuk sekitar 140.000 unit," katanya.
Menurut Maruarar, proyek tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, termasuk hibah lahan sekitar 30 hektare yang diberikan untuk pembangunan hunian rakyat.
Selain mengandalkan anggaran negara dan pembiayaan subsidi, pemerintah juga mendorong kontribusi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Ia menyebut tahun lalu ribuan rumah dibangun melalui dukungan CSR perusahaan dan yayasan, sementara tahun ini jumlah kontribusi diperkirakan meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz