- BPI Danantara merampungkan Holding BUMN Maskapai yang dikomandoi Garuda Indonesia, membawahi Pelita Air dan Citilink Indonesia.
- Holding ini ditargetkan rampung pada semester I-2026 guna mengintegrasikan rute dan mengkonsolidasikan efisiensi jumlah pesawat.
- Tujuan utama merger adalah mengembalikan kejayaan maskapai plat merah serta meningkatkan okupansi penumpang secara signifikan.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah merampungkan Holding BUMN Maskapai, di mana akan dikomandoi oleh Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia akan menjadi induk usaha yang akan membawahi Pelita Air dan Citilink Indonesia.
Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, rencana Holding BUMN Maskapai ini akan digenjot hingga pertengahan tahun 2026.
"Hopefully ya segera ya di semester I-2026 ya, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, seperti dikutip, Jumat (27/2/2026).
Rohan melanjutkan, tujuan merger ini sebenarnya ingin mengembalikan kejayaan maskapai pelat merah. Dengan merger ini, maka akan integrasi rute-rute gemuk, alhasil tingkat keterisian atau okupansi bisa penuh.
Selain itu, merger ini juga untuk mengkonsolidasikan jumlah pesawat yang dimiliki maskapai masing-masing. Sebab, saat ini diakuinya memang pembelian pesawat memakan waktu yang lama.
"Mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre siapapun, airline manapun, bisanya 7 tahun. Makanya nomor 1 tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien," imbuhnya.
Namun, Rohan tak merinci skema holding BUMN maskapai ini, apakah akan digabung menjadi perusahaan atau tetap membawa entitas masing-masing.
"Karena itu harus berhitung ya, bukan sekedar gabung atau beraliansi. Karena itu masalah tax, masalah pembukuan, masalah menggabungkan itu gak mudah," jelasnya.
Baca Juga: Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing
Namun demikian, tambah Rohan, meski nanti jadinya akan tetap sebagai entitas masing-masing, lingkup kerja Holding BUMN Maskapai ini akan terintegrasi menjadi satu.
"Jadi keputusannya itu berdasarkan keluar hasil akhirnya itu efisiensinya di mana, berapa, yang mana yang lebih efisien? menggabungkan menjadi satu PT, atau aliansi coworking lah ya, satu kolega aja, kolaborasi aja," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor
-
IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran
-
Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis
-
Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor
-
Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah