Bisnis / Keuangan
Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:49 WIB
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • BPI Danantara merampungkan Holding BUMN Maskapai yang dikomandoi Garuda Indonesia, membawahi Pelita Air dan Citilink Indonesia.
  • Holding ini ditargetkan rampung pada semester I-2026 guna mengintegrasikan rute dan mengkonsolidasikan efisiensi jumlah pesawat.
  • Tujuan utama merger adalah mengembalikan kejayaan maskapai plat merah serta meningkatkan okupansi penumpang secara signifikan.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah merampungkan Holding BUMN Maskapai, di mana akan dikomandoi oleh Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia akan menjadi induk usaha yang akan membawahi Pelita Air dan Citilink Indonesia.

Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, rencana Holding BUMN Maskapai ini akan digenjot hingga pertengahan tahun 2026.

"Hopefully ya segera ya di semester I-2026 ya, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, seperti dikutip, Jumat (27/2/2026).

Managing Director, Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Foto Fadil-Suara.com

Rohan melanjutkan, tujuan merger ini sebenarnya ingin mengembalikan kejayaan maskapai pelat merah. Dengan merger ini, maka akan integrasi rute-rute gemuk, alhasil tingkat keterisian atau okupansi bisa penuh.

Selain itu, merger ini juga untuk mengkonsolidasikan jumlah pesawat yang dimiliki maskapai masing-masing. Sebab, saat ini diakuinya memang pembelian pesawat memakan waktu yang lama.

"Mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre siapapun, airline manapun, bisanya 7 tahun. Makanya nomor 1 tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien," imbuhnya.

Namun, Rohan tak merinci skema holding BUMN maskapai ini, apakah akan digabung menjadi perusahaan atau tetap membawa entitas masing-masing.

"Karena itu harus berhitung ya, bukan sekedar gabung atau beraliansi. Karena itu masalah tax, masalah pembukuan, masalah menggabungkan itu gak mudah," jelasnya.

Baca Juga: Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing

Namun demikian, tambah Rohan, meski nanti jadinya akan tetap sebagai entitas masing-masing, lingkup kerja Holding BUMN Maskapai ini akan terintegrasi menjadi satu.

"Jadi keputusannya itu berdasarkan keluar hasil akhirnya itu efisiensinya di mana, berapa, yang mana yang lebih efisien? menggabungkan menjadi satu PT, atau aliansi coworking lah ya, satu kolega aja, kolaborasi aja," pungkasnya.

Load More