- CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, bertemu Moody's Rating di New York pada 25 Februari 2026 untuk memperkenalkan lembaga tersebut.
- Pertemuan ini bertujuan memperkuat pemahaman global mengenai Danantara dan ketahanan ekonomi Indonesia melalui pandangan independen Moody's.
- Moody's mencatat komitmen Indonesia menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi Bank Indonesia, Kementerian Investasi, dan Danantara.
Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menyambangi kantor lembaga pemeringkat international yaitu Mood's Rating di New York, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Ditemani para pejabat, Rosan menemui jajaran petinggi Mood's Rating salah satunya Chrissy Haslam untuk memperkenalkan kembali keberadaan Danantara.
"Pertemuan dengan jajaran Moody’s Ratings, termasuk Chrissy Haslam di New York, menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman global terhadap arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia," tulis Rosan seperti dikutip dari Instagram @rosanroeslani, Kamis (26/2/2026).
Menurut Rosan, peringkat dan pandangan dari lembaga pemeringkat itu dilakukan secara indenpenden. Peringkat dan pandangan ini sangat penting bagi acuan bagi para investor.
"Rating dan outlook yang diberikan secara independen menjadi referensi utama investor internasional dalam menilai stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, dan kualitas tata kelola," katanya.
Rosan juga bilang, Moody's juga menilai Indonesia selalu berkomitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi maupun keuangan. Hal ini bisa dicapai dengan adanya sinergi antara lembaga di Indonesia.
"Moody’s mencatat komitmen Indonesia menjaga stabilitas melalui sinergi Bank Indonesia, Kementerian Investasi, dan Danantara, dengan pengelolaan yang prudent, transparan, dan terukur, sebagai fondasi kepercayaan pasar global," imbuhnya.
Sebelumnya, Danantara tengah melobi-lobi lembaga pemeringkat internasional, mulai dari Moody’s Ratings dan S&P Global Ratings.
Sebelumnya, lembaga yang dibentuk era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini raih predikat dari lembaga rating Pefindo dan Fitch. Pemberian rating ini tertuju pada obligasi Patriot Bond yang dikeluarkan Danantara dengan rating AAA (idn) dari Fitch.
Baca Juga: Danantara Gandeng Perusahaan Asal Inggris Arm Mau Ciptakan Chip
"Kita in the process to get rating dari S&P and Moody's," ujar CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Rosan dengan bangga menyebut, rating tersebut sebagai bukti bahwa global percaya dengan kehadiran Danantara.
"Ini juga memberikan lebih kepercayaan bahwa Danantara ini risikonya sangat terukur, terstruktur, dan ini memberikan hal yang sangat positif mengenai danantara. Jadi ini pun kita sudah di rating, dan alhamdulillah dari Pefindo maupun dari Fitch," imbuh Rosan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi