Bisnis / Makro
Selasa, 03 Maret 2026 | 08:29 WIB
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik mencatat impor Januari 2026 naik 18,21 persen mencapai USD 21,20 miliar, lebih tinggi dari ekspor 3,39 persen.
  • Kenaikan impor tersebut didorong oleh sektor nonmigas dan impor barang modal yang melonjak signifikan 35,32 persen.
  • Tiga komoditas utama impor nonmigas Januari 2026 adalah mesin elektrik, mesin mekanik, dan plastik dan barang dari plastik.

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat lonjakan impor pada Januari 2026 sebesar 18,21 persen secara tahunan. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekspor yang hanya naik 3,39 persen pada periode yang sama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 21,20 miliar dolar AS.

“Pada Januari tahun 2026, total nilai impor mencapai 21,20 miliar Dolar AS atau meningkat 18,21 persen jika dibandingkan dengan Januari tahun 2025 yang lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari total tersebut, impor migas tercatat sebesar 3,17 miliar dolar AS atau naik 27,52 persen. Sementara impor nonmigas mencapai 18,04 miliar dolar AS dan meningkat 16,71 persen secara tahunan.

Menurut Ateng, kenaikan impor terutama didorong sektor nonmigas yang memberi andil 14,40 persen terhadap pertumbuhan impor secara keseluruhan.

“Peningkatan nilai impor secara tahunan ini terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil impor nonmigas sebesar 14,40 persen,” katanya.

Berdasarkan penggunaannya, impor barang modal mencatat lonjakan paling tinggi yakni 35,32 persen. Impor bahan baku atau penolong naik 14,67 persen dan menjadi pendorong utama kenaikan impor dengan andil 10,61 persen. Sementara impor barang konsumsi meningkat 11,81 persen.

Adapun tiga komoditas utama nonmigas yang diimpor Indonesia pada Januari 2026 adalah mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanik, serta plastik dan barang dari plastik. Ketiganya menyumbang 37,54 persen terhadap total impor nonmigas.

Nilai impor mesin dan perlengkapan elektrik tercatat sebesar 2,92 miliar dolar AS dengan volume 0,18 juta ton. Mesin dan peralatan mekanik sebesar 2,90 miliar dolar AS dengan volume 0,41 juta ton. Sedangkan plastik dan barang dari plastik mencapai 0,95 miliar dolar AS dengan volume 0,62 juta ton.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, APINDO Belum Deteksi Dampak ke Impor - Ekspor Minerba

Di sisi lain, kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2026 tumbuh lebih moderat. Nilai ekspor tercatat sebesar 22,16 miliar dolar AS atau naik 3,39 persen dibandingkan Januari 2025.

“Pada bulan Januari tahun 2026, nilai ekspor mencapai 22,16 miliar US Dolar, atau naik 3,39 persen jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun 2025,” ujar Ateng.

Ekspor migas tercatat sebesar 0,89 miliar dolar AS atau turun 15,62 persen. Sebaliknya, ekspor nonmigas naik 4,38 persen menjadi 21,26 miliar dolar AS.

Ateng menjelaskan peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh sejumlah komoditas unggulan. Lemak dan minyak hewan nabati (HS 15) naik 46,05 persen, nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 42,04 persen, serta mesin dan perlengkapan elektronik (HS 85) naik 16,27 persen.

"Peningkatan nilai ekspor Januari tahun 2026 secara tahunan didorong oleh ekspor nonmigas," tuturnya.

Load More