Bisnis / Ekopol
Selasa, 03 Maret 2026 | 13:10 WIB
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. [kaltimtoday.co]

Suara.com - Nama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, belakangan ini menjadi pusat perhatian publik.

Bukan hanya karena kepemimpinannya di provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga karena rencana pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar yang memicu perdebatan.

Di tengah riuh rendah kritik dari masyarakat hingga teguran dari Kemendagri, banyak yang penasaran: seberapa besar sebenarnya kekayaan sang gubernur?

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dilaporkan pada 20 Maret 2025, politikus Partai Golkar ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp166,5 miliar.

Angka ini merupakan sisa dari total aset bruto yang dipotong oleh kewajiban utang senilai Rp112,6 miliar.

Aset Tanah dan Bangunan: Di Mana Saja Lokasinya?

Salah satu instrumen kekayaan terbesar Rudy Mas’ud terletak pada aset properti atau tanah dan bangunan. Total nilai aset tidak bergerak ini mencapai Rp26,5 miliar. Berdasarkan laporan resmi, berikut adalah sebaran lokasi rumah dan tanah milik beliau:

  • Jakarta Selatan (Tiga Lokasi): Rudy memiliki tiga aset besar di kawasan elit Jakarta Selatan. Salah satu rumah tinggalnya ditaksir bernilai Rp15 miliar, sementara dua properti lainnya masing-masing bernilai Rp6,2 miliar dan Rp250,5 juta.
  • Samarinda: Di ibu kota Kalimantan Timur, beliau memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp3 miliar.
  • Penajam Paser Utara (PPU): Mengingat lokasinya yang strategis dekat IKN, Rudy juga memiliki lahan seluas 100.000 meter persegi (10 hektar) senilai Rp2,05 miliar.

Koleksi Kendaraan

Menariknya, meskipun rencana pengadaan mobil dinas barunya mencapai miliaran rupiah, koleksi mobil pribadi yang dilaporkan Rudy Mas’ud justru tergolong "sederhana" untuk ukuran seorang pejabat kaya.

Baca Juga: Penampilannya Disebut Mirip Noni Belanda, Istri Gubernur Kaltim Buka Suara: Hidup Cuma Sekali

Beliau melaporkan tiga unit mobil lama, yaitu Honda CRV (2010), Honda Freed (2008), dan Suzuki X-Over (2007) dengan total nilai hanya Rp250 juta.

Hal inilah yang menjadi dasar argumen Rudy saat membela rencana pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar.

Ia mengaku selama ini masih menggunakan mobil pribadi untuk kegiatan kedinasan dan merasa perlu ada kendaraan yang lebih representatif untuk menyambut tamu-tamu global di wilayah IKN.

Komposisi Harta Lainnya

Selain properti dan kendaraan, kekayaan Rudy juga ditopang oleh:

  • Kas dan Setara Kas: Senilai Rp28 miliar.
  • Harta Lainnya: Aset ini merupakan bagian terbesar, mencapai Rp224 miliar (sebelum dipotong utang).

Teguran dari Pemerintah Pusat

Load More