- Produk tembakau alternatif terbukti minim toksikan karena tanpa proses pembakaran.
- Data ilmiah jadi fondasi standar produk untuk selaraskan ekonomi dan kesehatan.
- GEBRAK dorong pemerintah gunakan sains untuk tekan angka perokok di Indonesia.
Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa riset mendalam terhadap produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan, merupakan fondasi penting untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dan kesehatan di Indonesia.
Peneliti BRIN, Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, menyatakan bahwa riset bukan sekadar angka, melainkan basis data kepatuhan (compliance) dalam merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Riset diperlukan untuk menjembatani 'mazhab' ekonomi dan kesehatan," ujar Prof. Bambang, dikutip Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan studi BRIN bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants”, ditemukan bahwa rokok elektronik memiliki kadar zat berbahaya yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Hal ini dikarenakan tidak adanya proses pembakaran yang menghasilkan TAR.
Tak hanya rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) juga menunjukkan hasil serupa. "Studi menunjukkan penurunan zat toksikan berisiko hingga 80-90% dibandingkan rokok," jelas Prof. Bambang secara konsisten.
Temuan ini disambut positif oleh Ketua Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK), Garindra Kartasasmita. Ia menilai data dari BRIN adalah senjata utama untuk melawan misinformasi yang menyamaratakan risiko produk alternatif dengan rokok bakar.
"Masih banyak hoaks yang beredar. Studi tambahan sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi komprehensif," kata Garindra.
Ia mendorong pemerintah untuk melirik strategi negara maju yang sukses menekan prevalensi merokok melalui pendekatan pengurangan risiko (harm reduction). Menurutnya, pemanfaatan produk tembakau alternatif berbasis sains bisa menjadi alat utama bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk yang lebih rendah risiko.
Dengan bukti ilmiah yang kian solid, sinergi antara regulasi berbasis data dan inovasi produk diharapkan mampu memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat tanpa mengabaikan stabilitas ekonomi sektor terkait.
Baca Juga: Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun