Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali memicu adrenalin para pelaku pasar modal. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, terjadi pergeseran peta kekuatan pemegang saham yang cukup drastis.
HSBC–FUND SVS A/C Chengdong Investment Corporation (CIC)—yang sebelumnya merupakan pemain lama di BUMI—secara mengejutkan raib dari daftar pemilik modal di atas 1%.
Padahal, jika kita menengok catatan per 30 Januari 2026, entitas yang berafiliasi dengan sovereign wealth fund China ini masih menggenggam lebih dari 10 miliar lembar saham.
Hilangnya nama CIC dari radar KSEI memicu bisik-bisik di lantai bursa mengenai kemungkinan adanya pengalihan kepemilikan kepada kelompok investor besar yang belakangan ini kerap menjadi perbincangan hangat.
Struktur Pemegang Saham BUMI: Dominasi Salim dan Eksistensi Bakrie
Di tengah misteri hengkangnya CIC, struktur kepemilikan BUMI kini terlihat lebih terkonsentrasi pada beberapa entitas besar. Berikut adalah rincian pemilik modal signifikan per akhir Februari 2026:
- Mach Energy (Hongkong) Limited: Menempati posisi puncak sebagai pengendali utama dengan kepemilikan sekitar 170 miliar saham (45,78%). Entitas ini merupakan kendaraan investasi strategis milik Grup Salim.
- UBS Switzerland AG: Memegang posisi kedua dengan porsi 18,94 miliar saham (5,10%).
- Cris Developments Limited: Tercatat menguasai 14,77 miliar saham (3,98%).
- Treasure Global Investments Limited: Memiliki simpanan sebesar 11,80 miliar saham (3,18%).
- Glas Trust (Singapore) Ltd.: Menggenggam sekitar 7,71 miliar saham (2,08%).
- PT Bakrie Capital Indonesia: Mewakili eksistensi Grup Bakrie dengan kepemilikan 4,39 miliar saham (1,18%).
- Bank of Singapore Limited: Mengamankan porsi sebesar 3,85 miliar saham (1,04%).
Meski saat ini batubara termal masih menjadi tulang punggung pendapatan, BUMI sedang melancarkan transformasi bisnis jangka panjang.
Perusahaan menargetkan komposisi pendapatan dari sektor batubara dan non-batubara dapat berimbang (50:50) pada tahun 2031.
Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnodewi, menjelaskan bahwa strategi ini adalah langkah krusial untuk menghadapi dinamika industri energi global.
Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong
Fokus masa depan BUMI kini bergeser secara bertahap ke sektor logam, mineral, dan pengembangan hilirisasi.
Hal ini nampak dari manuver BUMI di pasar internasional. Melalui holding Bumi Resources Australia, perusahaan kini telah menguasai dua aset mineral strategis di Negeri Kanguru:
Wolfram: BUMI telah menguasai 100% saham aset ini, yang diproyeksikan akan menjadi produsen konsentrat tembaga.
Jubilee Metals: BUMI memegang kendali sebesar 64,98% saham per tahun 2025, dengan fokus utama pada produksi emas.
Selain ekspansi di Australia, BUMI tetap memperkuat portofolio mineral dalam negeri melalui kepemilikan 20,09% di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
IHSG Jeblok Gegara Fitch, Purbaya: Time to Buy Sebetulnya, Enggak Usah Takut!
-
ICE Suntik OKX USD 25 Miliar, Siap Boyong Saham NYSE ke Blockchain
-
Bumi Manusia Extended Tayang Mulai 5 Maret, Ada 6 Bagian
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal
-
Babah Alun Rayakan Kemenangan Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe dan MNC
-
Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228
-
Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri
-
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah
-
Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari
-
Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan
-
Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ
-
Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya
-
Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?