Bisnis / Makro
Jum'at, 06 Maret 2026 | 22:59 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Buka Puasa Bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mengomentari IHSG turun ke 7.585 setelah Fitch mengubah outlook utang menjadi Negatif.
  • Purbaya meyakinkan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski terjadi penurunan saham serta mengajak investor membeli.
  • Fitch Ratings merevisi outlook utang jangka panjang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada Maret 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun ke 7.585 di penutupan pasar pada Jumat, 6 Maret 2026.

Menkeu Purbaya mengakui kalau penurunan IHSG muncul setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch mengubah outlook peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif". Ia memastikan kalau fondasi ekonomi Indonesia masih kuat.

"Pitch, mengeluarkan outlook negatif. Wah, gabung dengan global ya, sahamnya jatuh, perusahaan-perusahaannya jatuh. Tidak. Fondasi kita masih kuat, enggak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya saat acara Buka Puasa Bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ilustrasi IHSG. [Suara.com/Emma]

Dirinya juga menilai kalau penurunan IHSG justru menjadi momen untuk investor membeli saham di bursa. Tak lupa dia meminta publik agar jangan takut ekonomi ambruk.

"Kemarin itu turun lagi ya, time to buy sebetulnya. Jadi ya enggak usah takut," lanjut dia.

Bendahara Negara juga memastikan bahwa ia terus memantau kelemahan-kelemahan yang terjadi di perekonomian. Ia menegaskan kondisi bakal terus diperbaiki.

"Emang fondasinya diperbaiki, betul-betul diperbaiki, saya monitor terus kelemahan-kelemahan ekonomi, yang jelas kita akan perbaiki terus," jelasnya.

Sebelumnya Fitch Ratings dalam laporan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026 ini, secara resmi merevisi prospek (outlook) peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Meskipun peringkat kredit utama (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating) masih dipertahankan pada level BBB, perubahan outlook ini menjadi sinyal peringatan serius bagi stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.

Baca Juga: Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan

Revisi ini menjadi sorotan tajam, terlebih sebelumnya S&P, Moodys, Goldman Sachs hingga MSCI juga memberikan 'warning' terhadap Indonesia.

Load More