- Menteri Keuangan Purbaya mengomentari IHSG turun ke 7.585 setelah Fitch mengubah outlook utang menjadi Negatif.
- Purbaya meyakinkan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski terjadi penurunan saham serta mengajak investor membeli.
- Fitch Ratings merevisi outlook utang jangka panjang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada Maret 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun ke 7.585 di penutupan pasar pada Jumat, 6 Maret 2026.
Menkeu Purbaya mengakui kalau penurunan IHSG muncul setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch mengubah outlook peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif". Ia memastikan kalau fondasi ekonomi Indonesia masih kuat.
"Pitch, mengeluarkan outlook negatif. Wah, gabung dengan global ya, sahamnya jatuh, perusahaan-perusahaannya jatuh. Tidak. Fondasi kita masih kuat, enggak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya saat acara Buka Puasa Bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dirinya juga menilai kalau penurunan IHSG justru menjadi momen untuk investor membeli saham di bursa. Tak lupa dia meminta publik agar jangan takut ekonomi ambruk.
"Kemarin itu turun lagi ya, time to buy sebetulnya. Jadi ya enggak usah takut," lanjut dia.
Bendahara Negara juga memastikan bahwa ia terus memantau kelemahan-kelemahan yang terjadi di perekonomian. Ia menegaskan kondisi bakal terus diperbaiki.
"Emang fondasinya diperbaiki, betul-betul diperbaiki, saya monitor terus kelemahan-kelemahan ekonomi, yang jelas kita akan perbaiki terus," jelasnya.
Sebelumnya Fitch Ratings dalam laporan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026 ini, secara resmi merevisi prospek (outlook) peringkat utang jangka panjang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".
Meskipun peringkat kredit utama (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating) masih dipertahankan pada level BBB, perubahan outlook ini menjadi sinyal peringatan serius bagi stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.
Baca Juga: Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan
Revisi ini menjadi sorotan tajam, terlebih sebelumnya S&P, Moodys, Goldman Sachs hingga MSCI juga memberikan 'warning' terhadap Indonesia.
Berita Terkait
-
Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 135,7 Triliun per Februari 2026
-
Program MBG Diklaim Ringankan Dompet Warga
-
PMI Manufaktur Ekspansi, tapi Fondasi Konsumsi Rakyat Rapuh
-
Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara