- Minyak mentah Murban mencapai $100 per barel pada Minggu (8/3/2026) akibat konflik geopolitik AS, Israel, dan Iran.
- Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan dampak pada pasar saham dan aset berisiko seperti Bitcoin karena risiko fisik.
- Lonjakan harga minyak mentah global lainnya diprediksi terjadi, memicu tekanan ekonomi serta potensi kebijakan moneter ketat.
Suara.com - Pasar energi global kini berada dalam kondisi siaga tinggi. Minyak mentah jenis Murban, yang menjadi acuan untuk pasokan yang masih dapat diakses dengan aman di tengah konflik Timur Tengah, dilaporkan telah menembus angka $100 per barel pada Minggu (8/3/2026) malam.
Lonjakan harga ini bukan sekadar angka, melainkan indikator tajam atas krisis geopolitik yang mengancam stabilitas aset berisiko, termasuk pasar saham dan mata uang kripto seperti Bitcoin.
Sejak konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah sepekan lalu, perdagangan minyak dunia terbelah menjadi dua segmen utama:
- Minyak Rentan: Barrel yang bergantung pada jalur distribusi kritis seperti Selat Hormuz, sebuah rute yang memfasilitasi perdagangan minyak dan gas senilai lebih dari $500 miliar per tahun. Jalur ini kini terganggu akibat ketegangan militer.
- Minyak Aman: Barrel yang dapat dikirimkan ke pasar tanpa melalui titik sumbat (chokepoint) geopolitik. Minyak Murban dari Uni Emirat Arab (UEA) adalah acuan utama kategori ini.
Minyak Murban yang diproduksi oleh Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diekspor melalui Terminal Minyak Fujairah yang terletak di luar Selat Hormuz.
Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi pembeli di Asia—seperti Jepang, India, Thailand, dan Filipina—serta beberapa negara Eropa.
Kenaikan harga Murban di atas $100 mencerminkan tingginya permintaan fisik yang mendesak, bukan sekadar sentimen spekulatif di pasar berjangka.
Coindesk melaporkan, kenaikan harga minyak Murban dipandang sebagai sinyal bahwa risiko geopolitik telah sepenuhnya masuk ke dalam perhitungan pasar fisik.
Investor kini khawatir bahwa tren serupa akan menjalar ke harga minyak mentah global lainnya seperti WTI dan Brent saat pasar dibuka pada Senin (9/3/2026).
Lonjakan harga minyak ke level tiga digit berpotensi menciptakan tekanan ekonomi global dengan dua dampak utama:
Baca Juga: Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Stabilitas Pasar Saham: Kenaikan biaya energi yang drastis cenderung memicu ketidakpastian bagi emiten di bursa Asia dan global.
Tekanan pada Bitcoin: Sebagai aset yang tidak memiliki arus kas atau pendapatan fundamental, Bitcoin sangat sensitif terhadap likuiditas fiat. Lonjakan inflasi akibat harga minyak dapat mendorong bank sentral untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter yang ketat ini biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko
Sejak awal konflik, harga minyak WTI dan Brent telah melonjak sekitar 30%. Fenomena ini membuat pasar mulai membatalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Di pasar kripto, Bitcoin sendiri terakhir diperdagangkan di kisaran $67.000, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi di angka $74.000 pada awal pekan ini.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus Level di Atas US$ 100 per Barel
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
IHSG Jeblok Gegara Fitch, Purbaya: Time to Buy Sebetulnya, Enggak Usah Takut!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari