- BPI Danantara membidik Cikarang, Jawa Barat, sebagai lokasi hunian MBR karena memiliki akses intermoda transportasi.
- Danantara berkolaborasi dengan Kementerian PKP untuk mematangkan konsep pembangunan, harga, dan kriteria pembelian rumah.
- Yayasan Pelita Harapan menyatakan niat menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah RI.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), telah membidik lokasi pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yaitu di Cikarang, Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena, memiliki akses intermoda transportasi.
Danantara akan bekerja sama dengan Kementerian PKP untuk mematangkan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan, pihaknya bersama Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau lokasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Tinjauan ini dilakukan sebagai tahap awal dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden, dimana diatas lahan tersebut akan direncanakan menjadi kawasan pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kegiatan tinjauan lokasi tersebut dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Jajaran Pemerintah Daerah, Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady, serta Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan hunian ini dapat dirancang secara matang, baik dari sisi konsep pembangunan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan oleh masyarakat, sehingga benar-benar dapat memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Rosan dalam keterangannya, seperti dikutip, Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pernyataan niat dari Yayasan Pelita Harapan untuk menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia guna mendukung pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau," tutup Rosan.
Baca Juga: Danantara Pilih Perusahaan China Garap Proyek WTE di Bekasi dan Denpasar
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini
-
IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?
-
Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017
-
Masih Kosong, Calon Emiten Belum Ada yang Daftar IPO di Bulan Maret
-
Pemerintah Diminta Jelaskan Status Tambang Emas Martabe
-
Likuiditas Meningkat, Uang Primer RI Tembus Rp2.228 Triliun pada Februari 2026
-
Ratusan Buruh Terhempas Badai PHK, Jabar dan Sumsel Paling Merana
-
Purbaya Blak-blakan Insentif Mobil Listrik Bikin Defisit APBN Melebar
-
Askrindo dan Bank BTN Teken Kerja Sama Kontra Bank Garansi Rp1,5 Triliun
-
Chengdong Lenyap, Ini Update Daftar Pemegang Saham BUMI 2026