Bisnis / Makro
Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:39 WIB
Sebanyak 24 perusahaan, tiga di antaranya dari Prancis, China dan Jepang - lolos tender proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). [Antara]
Baca 10 detik
  • Danantara Indonesia menunjuk Wangneng (Bekasi) dan Zhejiang Weiming (Denpasar) sebagai mitra pengelola fasilitas WtE.
  • Kedua perusahaan mitra pengelola fasilitas WtE tersebut diketahui berasal dari Tiongkok.
  • Mitra terpilih wajib membentuk konsorsium untuk mendorong transfer teknologi kepada badan usaha lokal.

Suara.com - Danantara Indonesia menetapkan mitra pengelola fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar. 

Setelah melalui proses seleksi, Wangneng Environment Co., Ltd. terpilih sebagai operator untuk wilayah Bekasi, sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. ditunjuk mengelola fasilitas di Denpasar.  Wangneng, dan Zhejiang merupakan perusahaan yang berasal dari Tiongkok. 

"Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas," ujar Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir lewat keterangannya pada Jumat (6/3/2026). 

Pandu menyebut, setelah ditetapkan, perusahaan terpilih wajib membentuk konsorsium yang bertujuan untuk mendorong transfer teknologi, termasuk dengan badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia.

Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar mengatakan 15 BUMN Asuransi akan dipangkas dan disisakan 3 saja. Mayoritas punya kinerja bisnis buruk. Foto: Logo Danantara. [Antara]

"Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih," kata Pandu. 

Disebutnya, sejak awal Danantara mengedepankan tata kelola yang kuat dengan proses seleksi transparan dan berbasis mitigasi risiko. 

"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat," pungkas Pandu.

Load More