- Transformasi Bisnis: TBS mempercepat pergeseran dari batu bara ke bisnis hijau (pengelolaan limbah, energi terbarukan, kendaraan listrik
- Kinerja 2025: EBITDA positif US$47,2 juta dan kas naik 15%, meski rugi bersih US$162 juta akibat turunnya harga batu bara dan divestasi PLTU.
- Langkah Strategis: Akuisisi Sembcorp Environment (Cora Environment) dan pengurangan emisi untuk mendukung target netral karbon 2030.
Juli Oktarina, Direktur TBS menyatakan, "Setelah strategic repositioning pada fondasi bisnis kami di 2025, kami antusias menyambut tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya."
"Keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan Perseroan - pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik- yang merupakan layanan esensial dengan potensi pertumbuhan yang kuat di Indonesia dan mancanegara," sambungnya.
Langkah strategis ini menjadi semakin relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang mulai memberikan tekanan hebat pada pasar energi global.
TBS memandang diversifikasi bisnis sebagai kunci resiliensi dan mitigasi risiko dalam menghadapi volatilitas pasar energi global.
Terkait kondisi diatas, Juli mengatakan, "Strategi bisnis kami saat ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk tetap tumbuh, di mana sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik justru menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional."
"Melalui inovasi seperti skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, TBS tidak hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang," paparnya.
Dengan fundamental yang tetap solid, EBITDA Disesuaikan yang positif, serta arah strategi regional yang semakin jelas, Juli optimis langkah ini akan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Optimisme ini diperkuat oleh progres peta jalan TBS2030 yang terus menunjukkan kemajuan. Perseroan berhasil menurunkan emisi karbon melalui divestasi dua unit PLTU yang sebelumnya merepresentasikan sekitar 86% emisi portofolio pembangkit, atau sekitar 1,4 juta ton CO per tahun berdasarkan profil emisi 2024.
Pada November 2025, Perseroan juga telah meluncurkan Climate Transition Plan (CTP), panduan yang lebih komprehensif mengenai dekarbonisasi operasional dan portofolio perusahaan.
Pencapaian ini membawa Perseroan semakin dekat menuju target netral karbon pada tahun 2030 dalam visi Towards a Better Society.
Berita Terkait
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Transisi Energi Diprediksi Membuka Banyak Lapangan Kerja, Apakah Generasi Muda Siap Mengisinya?
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Permudah Registrasi BRImo di 15 Negara, Pengguna Tembus 47,8 Juta
-
Kabar Reshuffle Direksi PLN Disebut Hoaks, RUPS Baru Digelar 15 Juni
-
Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun
-
8 Calon Emiten Skala Jumbo Mau IPO, Ini Bocorannya
-
Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%
-
Impor Melonjak 31%, Surplus Dagang RI Nyaris Habis Tersisa 90 Juta Dolar AS
-
Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom