- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memperluas diplomasi ekonomi sektor energi ke kawasan Amerika Latin dan Karibia.
- PLN Indonesia Power menjajaki peluang investasi energi bersih melalui kolaborasi strategis dengan mitra di wilayah tersebut.
- Perusahaan memanfaatkan kapabilitas operasional 22,1 GW untuk mengembangkan proyek energi surya dan hidro guna memperkuat pasar global.
Suara.com - Pemerintah Indonesia terus memperluas diplomasi ekonomi dan investasi di sektor energi dengan menggandeng negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar).
Upaya tersebut turut melibatkan PLN Indonesia Power (PLN IP) yang mulai menjajaki peluang kerja sama dan investasi energi di kawasan tersebut.
Langkah itu mengemuka dalam forum 2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arief Havas Oegroseno menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama investasi energi dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Menurutnya, hubungan ekonomi kedua kawasan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
"Indonesia berkomitmen memperluas jejak investasi di sektor energi ke kawasan Amerika Latin, menyusul keberhasilan kerja sama yang telah berjalan di Timur Tengah dan Afrika. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan (win-win situation), di mana Indonesia siap menjadi pintu masuk strategis (staging ground) bagi bisnis Anda untuk menembus pasar Asia, begitu pula sebaliknya," ujar Arief Havas Oegroseno seperti dikutip, Minggu (7/6/2026).
Peluang tersebut disambut positif oleh PLN Indonesia Power yang melihat kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai wilayah strategis untuk mendukung ekspansi bisnis energi berkelanjutan di tingkat global.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan perusahaan siap memperluas kontribusinya tidak hanya sebagai penopang ketenagalistrikan nasional, tetapi juga sebagai perusahaan energi yang mampu bersaing di pasar internasional.
"Kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, dan kami siap menghadirkan pengalaman, teknologi, serta kapabilitas yang telah kami bangun di Indonesia untuk menciptakan nilai tambah bersama para mitra internasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda diplomasi ekonomi Indonesia dan percepatan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Bernadus.
Partisipasi PLN Indonesia Power dalam forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi hijau di pasar global. Perusahaan juga memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan kapabilitas dan pengalaman yang dimiliki dalam mengelola sektor pembangkitan listrik.
Baca Juga: Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah menjelaskan bahwa perusahaan saat ini memiliki kapabilitas end-to-end dalam mengelola pembangkit nasional dengan kapasitas mencapai 22,1 gigawatt (GW). Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membuka peluang kerja sama investasi dengan mitra internasional.
"Kehadiran PLN Indonesia Power dalam forum ini merupakan momentum krusial bagi korporasi untuk mendemonstrasikan kapabilitas operasional dan keunggulan strategis kami di sektor energi. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra di kawasan Amerika Latin dan Karibia untuk mengoptimalkan potensi investasi yang saling menguntungkan," bebernya,
Selain menjajaki peluang investasi, PLN Indonesia Power juga membidik pengembangan energi baru terbarukan di kawasan tersebut melalui anak usahanya, PLN IP Renewables.
Julita mengatakan kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki potensi besar untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) karena didukung tingkat radiasi matahari yang tinggi. Selain itu, perusahaan juga melihat peluang pada pengembangan proyek Mini Hydro.
"Dengan dukungan radiasi matahari yang tinggi di kawasan tersebut, kami sangat tertarik untuk mengeksplorasi proyek Solar PV berskala besar. Selain itu, kami juga melihat peluang besar pada pengembangan Mini Hydro dengan memanfaatkan keunggulan teknologi turbin andal yang kami miliki. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk studi kelayakan bersama, kemitraan operasional, hingga skema pendanaan strategis," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun
-
Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja
-
Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun