- IHSG Kamis, 11 Maret 2026, sesi pertama berakhir datar di level 7.437, melemah tipis 0,04 persen akibat konsolidasi.
- Secara teknikal, IHSG menguji resistance dinamis MA5 di kisaran 7.500, yang merupakan batas penting kelanjutan penguatan.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG sesi kedua bergerak terbatas antara rentang 7.400 hingga 7.500 pada hari tersebut.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Kamis, 11 Maret 2026, dengan pergerakan relatif datar. Indeks tercatat berada di level 7.437 atau melemah tipis 0,04 persen.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG pada sesi pertama masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami fluktuasi di awal perdagangan.
Secara teknikal, IHSG saat ini tengah menguji resistance dinamis pada Moving Average 5 (MA5) yang berada di kisaran 7.500. Level tersebut dinilai menjadi batas penting yang perlu ditembus agar indeks mampu melanjutkan penguatan.
Sementara itu, indikator teknikal menunjukkan pergerakan yang cenderung terbatas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat bergerak datar, mencerminkan momentum pasar yang belum terlalu kuat.
Di sisi lain, indikator stochastic RSI telah berada di area oversold, yang membuka peluang terjadinya rebound atau penguatan terbatas dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan sesi kedua.
“Oleh karena itu kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 7.400 hingga 7.500 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” tulis riset Phintraco Sekuritas.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 16,46 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,63 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,05 juta kali.
Baca Juga: IHSG Melaju ke 7.484 Pagi ini, Tapi Dibayangi Aksi Jual Asing
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 431 saham bergerak naik, sedangkan 280 saham mengalami penurunan, dan 247 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, DEFI, UANG, KRYA, ALKA, GRPH, SEMA, NICK, NETV, MPOW, CBRE, BESS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, FITT, TCID, UDNG, HBAT, INPC, DWGL, POLU, PLAN, MCOl, TIRA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Harga Saham TOBA Menguat Pada Sesi I IHSG, Ini Penyebabnya
-
RUU Perumahan Siap Digodok, Solusi Jitu Atasi Backlog dan Lahan?
-
Spesifikasi Rudal BrahMos yang Dibeli Indonesia, Harganya Capai Rp 7 Triliun
-
Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!
-
PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?
-
IEA Siapkan Cadangan Minyak Rekor, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Krakatau Steel Pasang Target Pendapatan 1,6 Miliar Dolar AS Tahun Ini
-
Emas Antam Melesat, Harga Hari Ini Tembus Rp 3,08 Juta per Gram
-
Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861
-
Tak Hanya Tambang, Aktivitas Emiten AMMN Kontribusi Rp 173 Triliun ke PDB