- Angkasa Pura Indonesia BIM hentikan sementara penerbangan carter umrah ke Arab Saudi mulai 3 hingga 18 Maret 2026.
- Pemberhentian penerbangan umrah carter tersebut disebabkan dampak peningkatan eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah.
- Pemerintah menjamin perlindungan bagi seluruh jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi untuk kepulangan.
Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia (API) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menyetop sementara penerbangan umrah ke Arab Saudi.
Penghentian ini terutama pada penerbangan carter imbas kawasan Perang AS-Iran.
"Sejak 3 sampai dengan 18 Maret kita tidak beroperasi (pesawat carter)," ujar General Manager Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM Dony Subardono seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/3/2026).
Namun, API masih menerima penebangan untuk kepulangan atau evakuasi jamaah umrah asal Sumatera Barat yang kekinian masih beribadah di Arab Saudi.
Setidaknya ada penerbangan umrah yang telah berhasil mendarat pada 5 dan 8 Maret 2025.
Khusus kedatangan 8 Maret 2026 API setempat mencatat jamaah umrah yang tiba di BIM berasal dari beberapa wilayah yakni Provinsi Sumatera Barat, Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Jawa Tengah.
"Jadi, setibanya di BIM jamaah umrah tadi kembali melanjutkan penerbangan ke daerah asal mereka," kata Dony.
Namun, Ia mengakui, bahwa ada penerbangan umrah yang terjadwal 23 Maret 2026. Akan tetapi, kepastian berangkat atau tidaknya akan menunggu koordinasi dari pihak terkait.
"Itu rencananya ya, nanti kita lihat perkembangan dan situasinya pada 18 Maret 2026 dulu," ujar Dony.
Baca Juga: Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
Dony menambahkan, peningkatan eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut berimbas langsung kepada layanan penerbangan internasional, khususnya penerbangan untuk jamaah umrah asal Ranah Minang.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat M. Rifki menegaskan negara menjamin dan melindungi jamaah umrah yang saat ini masih tertahan atau terkendala pulang ke Tanah Air menyusul meningkatnya eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia, tambah dia, memiliki perwakilan Konsulat Jenderal di Arab Saudi yang memiliki tugas untuk melindungi setiap jamaah umrah ketika terjadi permasalahan di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya