Suara.com - BNI Sekuritas mengungkapkan proyeksi pasar saham Indonesia masih memiliki peluang penguatan meskipun dibayangi berbagai tantangan eksternal. Melalui paparan riset terbaru, perusahaan menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 9.200 untuk base case, hingga 10.800 untuk bull case dalam satu tahun ke depan, dengan sejumlah sektor dinilai memiliki prospek menarik bagi investor.
Inilah pandangan yang diberikan dalam acara Ramadhan Market Update BNI Sekuritas, di kantor BNI Sekuritas, IndoFood Tower Sudirman Plaza, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa secara valuasi, pasar saham Indonesia saat ini masih tergolong murah jika dibandingkan dengan rata-rata historis. Hal ini tercermin dari rasio price to earnings (PE) IHSG yang berada hampir dua standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang, kondisi yang jarang terjadi dalam dua dekade terakhir.
“Kalau kita lihat dari segi PE maupun PBV, valuasi IHSG masih cukup murah. Bahkan dari sisi PE, posisinya masih dekat dengan minus dua standar deviasi di bawah rata-rata, level yang hampir tidak pernah terlihat dalam hampir 20 tahun,” ujar Fanny.
Selain itu, indikator earnings yield spread terhadap obligasi juga menunjukkan tren meningkat, yang berarti investasi di saham mulai terlihat lebih menarik dibandingkan instrumen obligasi.
Untuk strategi investasi jangka dekat, BNI Sekuritas lebih merekomendasikan investor mencermati sektor komoditas dan sektor consumer.
Sektor Komoditas dan Konsumer Jadi Pilihan
Sektor komoditas dinilai menarik seiring kenaikan harga sejumlah komoditas global seperti emas, tembaga, dan nikel. Kenaikan harga emas, misalnya, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global serta potensi siklus penurunan suku bunga.
“Untuk jangka dekat, kami lebih melihat peluang pada sektor komoditas dan sektor yang berkaitan dengan konsumsi, terutama karena kenaikan harga emas, tembaga, dan nikel,” kata Fanny.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Berkecamuk Lagi, IHSG Terseret Turun ke Level 7.362
Selain itu, permintaan logam industri seperti tembaga dan nikel juga meningkat, didorong oleh pertumbuhan sektor baterai kendaraan listrik dan industri stainless steel.
Sementara itu, sektor konsumsi diperkirakan mendapat dorongan dari meningkatnya consumer confidence index (CCI) serta momentum musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri yang biasanya meningkatkan belanja masyarakat.
“Dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan dukungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat, sektor konsumsi berpotensi mendapatkan keuntungan dalam jangka dekat,” jelasnya.
Di tengah dinamika global, BNI Sekuritas tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap pasar saham domestik. Stabilitas fiskal pemerintah, peluang masuknya kembali dana asing, serta valuasi pasar yang relatif murah menjadi faktor utama yang menopang prospek IHSG di masa mendatang.
Dengan kombinasi faktor tadi, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor yang didukung tren komoditas global dan pertumbuhan konsumsi domestik. ***
Berita Terkait
-
Konflik Timur Tengah Berkecamuk Lagi, IHSG Terseret Turun ke Level 7.362
-
IHSG Menguat 0,53% di Sesi I, Tapi Banyak Saham Merah
-
IHSG Dibuka Berbalik Menguat ke 7.398, Tapi Ancaman Koreksi Masih Mengintai
-
IHSG Tergelincir ke 7.389, Konflik Perang Iran-AS Bikin Investor Waspada
-
IHSG Ditutup Datar di Sesi I, Peluang Rebound Masih Ada
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga