Bisnis / Makro
Kamis, 12 Maret 2026 | 17:52 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat melantik jajaran pejabat Kemenkeu, Selasa (10/3/2026). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dimaki warganet TikTok karena pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
  • Purbaya menyatakan depresiasi Rupiah hanya 0,3%, lebih baik dibandingkan Malaysia (0,5%) dan Thailand (1,6%).
  • Kondisi Rupiah dinilai lumayan karena kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dianggap masih menjaga fondasi ekonomi dengan baik.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curhat kalau dirinya pernah dimaki warganet TikTok imbas nilai tukar Rupiah lemah beberapa waktu belakangan hingga nyaris Rp 17 ribu.

Menkeu Purbaya mulanya mengungkapkan kalau nilai tukar Rupiah ke Dolar AS hanya turun sebesar 0,3 persen. Ini lebih baik dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

"Kalau anda lihat tuh,  nilai tukar dolar AS depresiasinya sejak perang. Kita lihat rupiahnya terdepresiasinya sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, dikutip Kamis (12/3/22026).

Dalam paparannya, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 0,3 persen dengan mata uang Dolar AS. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia minus 0,5 persen, begitu pula Thailand 1,6 persen.

Tapi nilai tukar Rupiah masih kalah dari Vietnam yang turun tipis 0,2 persen. Purbaya menilai kalau kondisi ini masih lumayan dan tak terlalu berdampak.

"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang. 'Hei Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja luh. Itu Rupiah lihatin'," tutur dia.

"Tapi kalau kita menilai harus dengan fair. Apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik, dan fondasi ekonomi kita cukup baik," jelasnya.

Load More