- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dimaki warganet TikTok karena pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
- Purbaya menyatakan depresiasi Rupiah hanya 0,3%, lebih baik dibandingkan Malaysia (0,5%) dan Thailand (1,6%).
- Kondisi Rupiah dinilai lumayan karena kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dianggap masih menjaga fondasi ekonomi dengan baik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curhat kalau dirinya pernah dimaki warganet TikTok imbas nilai tukar Rupiah lemah beberapa waktu belakangan hingga nyaris Rp 17 ribu.
Menkeu Purbaya mulanya mengungkapkan kalau nilai tukar Rupiah ke Dolar AS hanya turun sebesar 0,3 persen. Ini lebih baik dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
"Kalau anda lihat tuh, nilai tukar dolar AS depresiasinya sejak perang. Kita lihat rupiahnya terdepresiasinya sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, dikutip Kamis (12/3/22026).
Dalam paparannya, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 0,3 persen dengan mata uang Dolar AS. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia minus 0,5 persen, begitu pula Thailand 1,6 persen.
Tapi nilai tukar Rupiah masih kalah dari Vietnam yang turun tipis 0,2 persen. Purbaya menilai kalau kondisi ini masih lumayan dan tak terlalu berdampak.
"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang. 'Hei Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja luh. Itu Rupiah lihatin'," tutur dia.
"Tapi kalau kita menilai harus dengan fair. Apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik, dan fondasi ekonomi kita cukup baik," jelasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893
-
Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali
-
Pakar Militer: Perang Modern Bukan Sekadar Senjata Canggih, Ini Rahasia Ketangguhan Iran Hadapi AS
-
LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern
-
Pacu Daya Saing Investasi, Perusahaan RI Butuh Panduan untuk Eksekusi Strategi ESG
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah