- Rupiah melemah ke Rp16.893 per dolar AS akibat tensi perang Timur Tengah.
- Analis prediksi rupiah masih fluktuatif mengikuti dinamika sentimen global.
- Mayoritas mata uang Asia kompak memerah, Peso Filipina pimpin pelemahan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum mampu melepaskan diri dari zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026). Mata uang Garuda kian terpuruk seiring dengan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyedot sentimen pasar global.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melandai ke level Rp16.893 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,04 persen dibandingkan posisi penutupan Rabu (11/3/2026) yang berada di level Rp16.886 per dolar AS.
Sejalan dengan pasar spot, kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga mematok rupiah di level Rp16.899 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut bahwa pergerakan rupiah hari ini sepenuhnya didikte oleh dinamika global yang masih fluktuatif, terutama merespons perkembangan konflik di Timur Tengah.
"Rupiah ditutup melemah di tengah sentimen global yang masih on and off merespons perkembangan perang di Timur Tengah," ujar Lukman saat dihubungi.
Meski demikian, Lukman mencatat adanya sedikit angin segar dalam beberapa jam terakhir perdagangan. Indeks dolar AS terpantau mulai berbalik turun, sehingga sedikit mengurangi beban tekanan terhadap rupiah.
"Rupiah diperkirakan masih akan didikte oleh sentimen global pada umumnya yang masih terus berubah-ubah," tambahnya.
Pelemahan rupiah nyatanya juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia. Berikut rincian performa mata uang Asia terhadap dolar AS sore ini:
- Peso Filipina: Melemah 0,44% (Terdalam)
- Ringgit Malaysia: Melemah 0,24%
- Rupee India: Melemah 0,20%
- Dolar Taiwan: Melemah 0,10%
- Rupiah: Melemah 0,04%
- Dolar Singapura: Melemah 0,03%
Di sisi lain, beberapa mata uang masih mampu mencatat penguatan tipis, dipimpin oleh Yen Jepang (+0,15%), disusul Baht Thailand (+0,09%), Won Korea (+0,04%), dan Yuan China (+0,004%).
Baca Juga: Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893
Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia terpantau masih perkasa di level 99,39, naik dari posisi hari sebelumnya di level 99,23.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
INNOCEAN Memuncaki Peringkat Kreatif Korea dan Menembus Papan Atas Asia
-
Demi Keselamatan Perwira di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja di Irak dan UEA
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global
-
Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Arkadia Digital Media (DIGI) Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
FIFGROUP Kantongi Laba Rp4,63 Triliun di 2025, Indra Gunawan Resmi Jadi Bos Baru
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia