- Pada Jumat, 13 Maret 2026 pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 7.338, dengan penurunan 0,72 persen.
- Mayoritas saham mengalami penurunan (392 saham) dibandingkan saham yang menguat (153 saham) pada periode tersebut.
- Proyeksi menunjukkan IHSG akan konsolidasi karena sentimen eksternal negatif dan antisipasi libur panjang investor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus jeblok pada awal perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. IHSG meloyo ke level 7.338.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih merah dengan turun 0,72 persen ke level 7.308.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,07 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 826,9 miliar, serta frekuensi sebanyak 121.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 153 saham bergerak naik, sedangkan 392 saham mengalami penurunan, dan 413 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, HERO, SKBM, CSMI, GRIA, YPAS, AKSI, RUNS, SPRE, PGJO, SMKL, TOSK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NETV, FITT, NIRO, UDNG, HBAT, FAST, KSIX, MANG, INDS, DEFI, PLAN.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan Jumat seiring meningkatnya sentimen eksternal serta sikap wait and see investor menjelang libur panjang.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan yang muncul akibat perkembangan geopolitik global.
Baca Juga: Profil PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), Emiten Tambang Siapa Pemiliknya?
Tekanan terhadap pasar domestik salah satunya dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi meningkatnya tekanan inflasi global. Selain itu, kenaikan harga minyak juga dinilai berpotensi memperlebar defisit fiskal serta neraca perdagangan migas Indonesia.
Dari sisi eksternal, mayoritas indeks utama di bursa Amerika Serikat juga ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,56 persen ke level 46.677,85. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 1,52 persen ke posisi 6.672,62 dan Nasdaq turun lebih dalam sebesar 1,78 persen ke level 22.311,98.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam pola konsolidasi atau sideways dalam jangka pendek.
Area support diperkirakan berada pada kisaran 7.200 hingga 7.300, sedangkan level resistance berada di rentang 7.400 hingga 7.500.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Kinerja BBRI di Tengah Kabar Dividen, Berapa Target Harga Sahamnya?
-
LPS Siapkan 2 Skenario Penjamin Polis Asuransi
-
Harga Emas di Pegadaian Anjlok Drastis Hari Ini, Cek Rinciannya
-
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen
-
Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200
-
Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Mudik Gratis ke 80 Kota
-
Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'
-
PT SMI Rilis Obligasi Ritel ORIS, Target Kantongi Investasi Rp 300 Miliar
-
Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja
-
Stok Batubara Aman, PLN Pastikan Listrik Lebaran Tanpa Gangguan