Bisnis / Energi
Jum'at, 13 Maret 2026 | 06:55 WIB
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX)

Suara.com - Beroperasi sejak tahun 1984, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) memposisikan diri sebagai pionir dalam penyediaan jasa kontraktor pengeboran minyak, gas bumi (migas), dan panas bumi (geothermal).

Perusahaan memiliki spesialisasi operasional di dua medan utama:

Lepas Pantai (Offshore): Memiliki armada berupa 1 unit jack-up rig dan 3 unit swamp barge rig.

Darat (Onshore): Mengoperasikan 6 unit rig darat bertenaga tinggi.

Rekam jejak APEX sangat panjang dalam menangani klien kelas dunia, termasuk Petronas, Chevron, serta pengalaman monumental selama tiga dekade di Blok Mahakam.

Dalam sejarah perjalanannya di bursa, APEX tercatat dua kali melantai; pertama pada tahun 2002, sempat melakukan delisting pada 2009, dan kembali melakukan relisting pada tahun 2013 hingga saat ini.

Struktur Kepemilikan dan Pengendalian

Struktur kepemilikan APEX didominasi oleh entitas pengendali yang memegang komando strategis perusahaan. Per data terbaru, struktur kepemilikan saham terdiri dari:

PT Aserra Capital: Sebagai pemegang saham pengendali utama dengan porsi kepemilikan mayoritas (kisaran 53,51% hingga 75%).

Baca Juga: Harga BUMI Meroket Usai Sahamnya Rontok Kemarin, Ini Penyebabnya

Standard Chartered Bank Singapore: Memiliki porsi saham signifikan, yakni sekitar 6,23%.

Publik dan Institusi Lain: Porsi saham publik serta investor institusi lainnya (seperti HSBC BK PLC) mengisi sisa porsi kepemilikan.

Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owners): Kepemilikan APEX dikendalikan oleh tiga tokoh utama, yaitu Irwan Sastrotanojo, Zainal Abidinsyah Siregar, dan Erwin Sutanto.

Setelah menghadapi masa-masa menantang di masa lalu, APEX kini menunjukkan performa yang cukup menggembirakan:

Turnaround Keuangan: Pada tahun buku 2024, perusahaan berhasil membalikkan keadaan dengan mencatatkan laba bersih setelah sebelumnya sempat mengalami kerugian.

Pertumbuhan Laba: Tren positif berlanjut hingga tahun 2025, di mana laporan Kuartal III 2025 menunjukkan lonjakan laba sebesar 56% secara year-on-year.

Load More