- 62% warga prioritas kesehatan; rumah sehat jadi tren investasi jangka panjang pascapandemi.
- Waspada timbal pada cat & pipa; gunakan material non-toksin sesuai standar global (90 ppm).
- Lingkungan aman krusial bagi anak; material bebas timbal cegah kerusakan otak & saraf.
Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kini tak lagi sekadar soal pola makan dan olahraga. Survei terbaru World Economic Forum (WEF) mengungkapkan, 62% responden kini menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama pascapandemi, termasuk dalam urusan memilih hunian.
Arsitek dan Urban Designer, Adjie Negara, menekankan bahwa kualitas bangunan sangat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik. "Bangunan harus memperhatikan sirkulasi silang dan elemen hijau sebagai stress relief. Namun, yang tak kalah krusial adalah pemilihan material yang bersentuhan langsung dengan penghuni," ujar Adjie.
Salah satu ancaman tersembunyi dalam material bangunan adalah timbal (lead). Unsur logam ini sering ditemukan pada pipa air hingga pigmen cat dekoratif. Padahal, WHO telah menetapkan ambang batas aman kandungan timbal di bawah 90 ppm.
Di Indonesia, tantangannya masih besar. Data Bank Dunia (2023) menyebut 44,8% masyarakat tinggal di rumah dengan cat berbasis timbal. "Pilihlah material yang lebih alami, misalnya cat water-based yang non-toksin," saran Adjie.
Dari sisi medis, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), mengingatkan bahwa lingkungan yang tidak sehat dapat merusak tumbuh kembang anak, terutama di masa eksplorasi. Debu cat yang mengandung timbal bisa terhirup atau tertelan saat anak bermain.
"Risikonya fatal, mulai dari kerusakan otak yang menurunkan kecerdasan hingga gangguan ginjal dan hipertensi pada orang dewasa jika terpapar jangka panjang," jelas dr. Reza.
Mengingat 90% waktu manusia dihabiskan di dalam ruangan, pemilihan material berstandar SNI menjadi investasi kesehatan yang tak ternilai. Momentum renovasi, seperti menjelang Lebaran, menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk beralih ke material yang lebih aman dan bebas timbal demi masa depan keluarga yang lebih berkualitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI