Bisnis / Makro
Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:56 WIB
Kertas berisi pesan-pesan terpasang dibelakang kendaraan pemudik motor yang melintas di Jalan Inspeksi Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kemenhub fokus kurangi pemudik motor lewat program Motis, bukan tiket penumpang gratis.
  • Motor tetap dibutuhkan di kampung, maka pemerintah fasilitasi pengangkutan lewat kereta.
  • Kuota 11.900 motor ludes, pendaftar membeludak hingga 108% dari daya tampung.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya buka suara terkait absennya kebijakan tiket kereta api gratis bagi pemudik pada musim Lebaran 2026. Alih-alih menggratiskan tiket penumpang, pemerintah memilih fokus pada program Motor Mudik Gratis (Motis).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memangkas populasi kendaraan roda dua di jalan raya, bukan sekadar memindahkan orang.

"Tujuan kita mengurangi sepeda motor ya, bukan mengurangi orang mudik. Karena teman-teman yang menggunakan sepeda motor ini masih memerlukan motornya di kampung," ujar Arif kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Menurut Arif, tiket gratis bagi penumpang dinilai tidak efektif mengerem laju pemudik motor. Fakta di lapangan menunjukkan pemudik tetap butuh kendaraan untuk mobilitas di kampung halaman. Tanpa fasilitas angkut motor, warga diprediksi akan tetap nekat menempuh perjalanan jauh dengan roda dua.

Melalui program Motis, pemudik bisa mengirimkan motornya via kereta api dan menjemputnya di kota tujuan. Strategi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan yang selama ini didominasi oleh pengendara motor.

Untuk tahun ini, Kemenhub menyiapkan kuota pengangkutan sebanyak 11.900 unit sepeda motor yang terbagi dalam tiga lintas perjalanan: Motis Utara, Tengah, dan Selatan.

"Setidaknya dengan 11.900 kuota yang kita sediakan, berarti berkurang sejumlah 11.900 motor (di jalan raya)," jelasnya.

Menariknya, meski pendaftaran baru ditutup pada 29 Maret mendatang, antusiasme masyarakat sudah melampaui ekspektasi. Arif mencatat jumlah pendaftar telah menembus angka 12.941 motor.

"Kalau kita persentasekan sudah 108,75 persen motor yang sudah mendaftar," pungkas Arif.

Baca Juga: Pendaftar Motis Membludak, Kemenhub Sebut Jumlah Pemudik Motor Berkurang 24 Ribu Orang

Load More