- Kemenhub fokus kurangi pemudik motor lewat program Motis, bukan tiket penumpang gratis.
- Motor tetap dibutuhkan di kampung, maka pemerintah fasilitasi pengangkutan lewat kereta.
- Kuota 11.900 motor ludes, pendaftar membeludak hingga 108% dari daya tampung.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya buka suara terkait absennya kebijakan tiket kereta api gratis bagi pemudik pada musim Lebaran 2026. Alih-alih menggratiskan tiket penumpang, pemerintah memilih fokus pada program Motor Mudik Gratis (Motis).
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memangkas populasi kendaraan roda dua di jalan raya, bukan sekadar memindahkan orang.
"Tujuan kita mengurangi sepeda motor ya, bukan mengurangi orang mudik. Karena teman-teman yang menggunakan sepeda motor ini masih memerlukan motornya di kampung," ujar Arif kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Menurut Arif, tiket gratis bagi penumpang dinilai tidak efektif mengerem laju pemudik motor. Fakta di lapangan menunjukkan pemudik tetap butuh kendaraan untuk mobilitas di kampung halaman. Tanpa fasilitas angkut motor, warga diprediksi akan tetap nekat menempuh perjalanan jauh dengan roda dua.
Melalui program Motis, pemudik bisa mengirimkan motornya via kereta api dan menjemputnya di kota tujuan. Strategi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan yang selama ini didominasi oleh pengendara motor.
Untuk tahun ini, Kemenhub menyiapkan kuota pengangkutan sebanyak 11.900 unit sepeda motor yang terbagi dalam tiga lintas perjalanan: Motis Utara, Tengah, dan Selatan.
"Setidaknya dengan 11.900 kuota yang kita sediakan, berarti berkurang sejumlah 11.900 motor (di jalan raya)," jelasnya.
Menariknya, meski pendaftaran baru ditutup pada 29 Maret mendatang, antusiasme masyarakat sudah melampaui ekspektasi. Arif mencatat jumlah pendaftar telah menembus angka 12.941 motor.
"Kalau kita persentasekan sudah 108,75 persen motor yang sudah mendaftar," pungkas Arif.
Baca Juga: Pendaftar Motis Membludak, Kemenhub Sebut Jumlah Pemudik Motor Berkurang 24 Ribu Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana