- Bank Mega Syariah menghimpun DPK Rp12 triliun pada 2025, dengan dana murah (CASA) berkontribusi Rp4 triliun.
- Direktur Utama mengajak nasabah berinvestasi akhirat melalui zakat dan sedekah yang mudah diakses digital.
- Bank menyalurkan 2.800 paket sembako dan santunan kepada 200 anak yatim melalui program Mega Syariah Berbagi.
Suara.com - Bank Mega Syariah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sepanjang tahun 2025 sebanyak Rp 12 triliun, atau tumbuh lebih dari 11 persen (yoy).
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, mengatakan dari total tersebut, dana murah (CASA) tercatat mencapai Rp 4 triliun atau berkontribusi sebesar 33,8 persen dari total DPK.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mensinergikan produk perbankan dengan nilai-nilai kebajikan. Kami mengajak nasabah untuk tidak hanya menabung demi masa depan, tetapi juga berinvestasi akhirat melalui zakat dan sedekah yang mudah diakses secara digital," ujar Yuwono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (13/3/2026).
Dalam mendorong DPK, Bank Mega Syariah memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum peningkatan kepedulian sosial. Salah satunya, menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sekitar jaringan kantornya di seluruh Indonesia.
Tahun ini, program Mega Syariah Berbagi mendistribusikan lebih dari 2.800 paket sembako bagi warga prasejahtera/dhuafa yang berada di sekitar Kantor Pusat dan Kantor Cabang Bank Mega Syariah di berbagai kota di Indonesia.
Selain paket sembako dari perusahaan, momen Ramadan kali ini menjadi lebih istimewa dengan adanya penyaluran santunan kepada lebih dari 200 anak yatim piatu yang berasal dari donasi para pegawai Bank Mega Syariah. Inisiatif ini menunjukkan semangat berbagi yang menjadi budaya kerja di lingkungan internal Bank Mega Syariah.
"Melalui Mega Syariah Berbagi, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Bank Mega Syariah harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar. Di samping itu, kami sangat mengapresiasi semangat para pegawai yang secara sukarela mengumpulkan santunan untuk lebih dari 200 anak yatim. Semoga bantuan sembako dan santunan ini dapat memberikan kegembiraan bagi saudara-saudara kita dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H," kata Yuwono.
Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya instrumen ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) dalam menjaga keseimbangan sosial.
Bank Mega Syariah terus mempermudah akses nasabah untuk berbagi melalui fitur donasi di aplikasi mobile banking M-Syariah, yang bekerja sama dengan lembaga ZISWAF terpercaya guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan transparan.
Baca Juga: Laba Bersih Melesat 115 Persen, Bank Jago (ARTO) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana