- Wamen ESDM: Belum ada kajian resmi pemerintah soal impor minyak Rusia.
- Impor minyak Rusia jadi keputusan bisnis Pertamina demi efisiensi.
- AS beri kelonggaran impor minyak Rusia 30 hari demi stabilkan pasar.
Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai peluang mengimpor minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Isu ini mencuat seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi global.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum melakukan pembahasan resmi terkait rencana tersebut.
"Kalau dari pemerintah sendiri, belum ada kajiannya," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Meski pemerintah belum melakukan kajian formal, Yuliot menekankan bahwa urusan impor minyak merupakan ranah corporate action atau keputusan bisnis PT Pertamina (Persero). Pemerintah memberikan lampu hijau bagi badan usaha untuk mencari sumber energi yang paling kompetitif.
"Itu kan keputusan bisnis, nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih membutuhkan, sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan prosesnya," imbuhnya.
Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan dispensasi selama 30 hari bagi pembelian minyak Rusia. Langkah ini diambil Washington sebagai upaya meredam guncangan pasokan akibat konflik yang melibatkan Iran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan kebijakan ini krusial demi menjaga stabilitas pasar energi global agar tidak terjadi supply shock.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) juga tengah bersiap mengambil langkah drastis dengan melepas cadangan darurat sebanyak 400 juta barel. Langkah ini diharapkan mampu menambal defisit stok dunia yang kian mengkhawatirkan.
Baca Juga: Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?