Bisnis / Energi
Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:15 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diperintahkan Presiden Prabowo percepat transisi energi dari bahan bakar fosil.
  • Percepatan meliputi konversi kendaraan fosil ke listrik dan peralihan PLTD ke PLTS dan geotermal.
  • Aksi percepatan mendesak karena geopolitik global memengaruhi kepastian pasokan energi jangka panjang Indonesia.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendapatkan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan, khususnya menekan ketergantungan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil seperti bensin dan solar.

Bahlil mengaku terdapat sejumlah hal yang dibahas dengan presiden, di antaranya percepatan konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Termasuk juga percepatan peralihan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Mungkin pas Hari Raya ini sudah bisa action, dan pertama yang kita akan selesaikan adalah diesel-diesel, PLTD yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga adalah geotermal," kata Bahlil usai dipanggil Prabowo ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (12/3/2026) kemarin.

Bahlil mengungkapkan bahwa banyak daerah yang masih sangat bergantung pada PLTD. Proses penghentian operasional pembangkit berbahan bakar solar tersebut baru akan dimulai setelah pembangunan sejumlah PLTS rampung dilakukan.

"Bangun dulu dong, kalau di-stop, belum dibangun kan penggantinya tidak ada.Jadi paralel begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan," ucapnya.

Percepatan peralihan pembangkit listrik tersebut menjadi mendesak mengingat situasi geopolitik saat ini yang berdampak terhadap pasokan energi global.

"Dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang. Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil,” kata Bahlil.

Load More